SUARA TRENGGALEK – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Tahun 2026, tradisi berbagi uang atau sangu kepada anak-anak mulai ramai dilakukan masyarakat di Kabupaten Trenggalek.
Demi mendapatkan uang baru yang rapi, sebagian warga bahkan rela mendaftar terlebih dahulu melalui layanan penukaran uang yang disediakan Bank Indonesia.
Salah satunya dilakukan Lutfi, warga Trenggalek. Ia menukar uang baru senilai Rp 5,3 juta yang rencananya akan dibagikan kepada keponakan saat Lebaran.
“Awalnya saya mendaftar lewat aplikasi Pintar, kemudian nanti muncul jadwalnya. Kita pilih lokasi penukaran uang, provinsi, lalu dapat kuota penukaran,” ujarnya.
Menurut Lutfi, uang baru tersebut memang dipersiapkan khusus untuk kebutuhan Lebaran, terutama untuk menjalankan tradisi memberi uang kepada anak-anak di lingkungan keluarga.
“Hari ini saya menukar satu paket dengan nominal Rp 5,3 juta untuk persiapan Lebaran, karena tradisi untuk memberi uang sangu keponakan,” katanya.
Ia menambahkan, besaran uang yang diberikan kepada anak-anak biasanya tidak sama, tergantung kedekatan hubungan keluarga.
“Kalau nominal keponakan itu tidak semua sama. Ada yang Rp10.000, Rp20.000, sampai Rp50.000. Kalau keponakan dekat biasanya Rp50.000, kalau tetangga ada yang Rp20.000 atau Rp10.000,” tambahnya.

Hal serupa juga dilakukan Amelia, warga Kecamatan Kampak. Ia menukar satu paket uang baru senilai Rp 5,2 juta. Namun uang tersebut bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga titipan dari beberapa tetangganya.
“Menukar satu paket Rp 5,2 juta. Sebenarnya ini titipan dari tetangga juga, untuk dibagikan kepada keponakan-keponakan atau sangu Lebaran,” ujarnya.
Menurut Amelia, anak-anak biasanya lebih senang menerima uang baru karena terlihat lebih rapi dan menarik.
“Anak-anak suka yang uang baru, terutama pecahan Rp5.000. Baru kali ini saya menukar lewat layanan resmi karena direkomendasikan teman, sebelumnya biasanya tukar di pinggir jalan,” katanya.











