PERISTIWA

Baru 7 Dapur MBG di Trenggalek Kantongi SLHS, Dari 53 SPPG Aktif

×

Baru 7 Dapur MBG di Trenggalek Kantongi SLHS, Dari 53 SPPG Aktif

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Istimewa.

SUARA TRENGGALEK – Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Trenggalek, Saeroni menyampaikan perkembangan terbaru terkait operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) serta progres pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di wilayah Trenggalek.

Saeroni menjelaskan, hingga saat ini terdapat 53 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Trenggalek. Dari jumlah tersebut, tujuh dapur telah mengantongi SLHS, meningkat dari sebelumnya yang hanya tiga dapur.

“Untuk SLHS sudah ada perkembangan, dari tiga sekarang menjadi tujuh,” ujar Saeroni, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus melakukan pendampingan dan koordinasi intensif guna mempercepat pemenuhan SLHS.

Koordinasi dilakukan bersama yayasan pengelola dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinas Kesehatan, hingga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Kami terus berkoordinasi, apa saja yang masih kurang selalu kami informasikan. Proses ini berjalan terus baik di Dinas Kesehatan maupun PTSP,” jelasnya.

Menurut Saeroni, dari sisi higiene dan sanitasi, sebagian besar dapur MBG sebenarnya telah memenuhi persyaratan.

Seluruh penjamah makanan telah mengikuti pelatihan pengelolaan makanan yang memenuhi standar higiene sanitasi, serta telah dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan oleh Dinas Kesehatan.

“Kelayakan higiene sanitasi sudah terpenuhi. Pelatihan penjamah makanan sudah dilakukan dan inspeksi kesehatan lingkungan juga sudah dilaksanakan,” terangnya.

Namun demikian, kendala masih ditemui pada aspek administratif, khususnya yang berkaitan dengan badan hukum yayasan, PT, atau CV.

Proses perizinan tersebut dilakukan secara daring melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan PTSP.

“Alurnya dari dapur atau yayasan mengajukan melalui OSS ke PTSP, kemudian persyaratan diverifikasi, termasuk dari Dinkes terkait pelatihan dan inspeksi. Jika sudah disetujui, dikembalikan lagi ke PTSP,” jelas Saeroni.

Ia menyebut, saat ini sebagian besar dapur MBG telah berada pada tahap pemenuhan kelayakan higiene sanitasi, sehingga tinggal melengkapi kekurangan administratif yang masih diperlukan.

Terkait kondisi SPPG di Trenggalek, Saeroni memastikan hingga saat ini tidak ada sanksi yang diberikan.

“Sampai hari ini aman, tidak ada sanksi. Semua berjalan lancar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saeroni juga menyampaikan bahwa dari target 80 dapur MBG, saat ini Trenggalek telah mengoperasikan 53 dapur. Target tersebut diproyeksikan untuk melayani sekitar 170 ribu penerima manfaat program MBG.

“Kalau sesuai target ada 80 dapur, sementara sekarang 53 dapur ini sudah sekitar separuhnya,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa persoalan keterlambatan pembayaran anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sempat terjadi sebelumnya kini telah terselesaikan.

“Sudah semua, sekarang semuanya sudah operasional,” pungkas Saeroni.