Inti Berita:
• Sekolah Rakyat di Trenggalek kini resmi menggunakan nama Sekolah Rakyat 1 Trenggalek menggantikan nomenklatur SRT 50.
• Bersamaan dengan perubahan nama tersebut, sekolah menggelar open house, mulai memindahkan siswa ke gedung baru, serta memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meski sebagian fasilitas masih dalam tahap penyelesaian.
SUARA TRENGGALEK – Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek resmi berganti nomenklatur. Jika sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek, kini menggunakan nama Sekolah Rakyat 1 Trenggalek.
Perubahan tersebut mengikuti penyesuaian penamaan berdasarkan wilayah pembangunan dan bergantinya nomenklatur administrasi yang sebelumnya merupakan sekolah rakyat rintisan.
Perubahan nama itu disampaikan PIC Sekolah Rakyat 1 Trenggalek, Laode Taufik Nuryadin, saat pelaksanaan kegiatan open house, Jumat (31/7/2026).
Menurut Laode, penamaan SRT 50 merupakan nomenklatur yang digunakan Kementerian Sosial saat program masih berstatus sekolah rintisan.
“Dulu SR 50 itu dari nomenklatur dari Kemensos karena waktu itu sekolah rintisan. Sekarang penamaannya dikembalikan menjadi Sekolah Rakyat 1 Trenggalek karena mengikuti level kabupaten atau kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penamaan Sekolah Rakyat disesuaikan dengan tingkatan wilayah administrasi. Sementara nomenklatur tingkat provinsi menggunakan penomoran berbeda.
Jawa Timur Miliki Sekolah Rakyat Terbanyak
Laode mengungkapkan, pelaksanaan open house juga digelar serentak di sejumlah Sekolah Rakyat di Jawa Timur.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia.
“Di Jawa Timur kalau tidak salah ada sekitar 12 Sekolah Rakyat. Dari seluruh provinsi di Indonesia, Jawa Timur yang paling banyak,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya terdapat 166 sekolah rintisan. Tahun ini jumlahnya kembali bertambah menjadi sekitar 173 sekolah.
“Tahun lalu ada 166 sekolah rintisan. Tahun ini bertambah lagi menjadi sekitar 173 sekolah. Di Jabodetabek juga ada arahan langsung dari Bapak Presiden agar terdapat 10 Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Open House Kenalkan Lingkungan Sekolah Baru
Dalam kegiatan open house, pihak sekolah memperkenalkan lingkungan belajar kepada para orang tua siswa sebelum proses pembelajaran dimulai di gedung baru.
“Alhamdulillah pada hari ini 31 Juli kita menyelenggarakan open house. Acara ini dihadiri orang tua murid yang sebelumnya berjumlah 75 siswa dan sekarang sekitar 240 siswa,” ujar Laode.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran kondisi sekolah kepada orang tua agar dapat memberikan dukungan kepada anak-anak selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Para orang tua mengetahui kondisi dan situasi sekolah sehingga bisa memberikan penguatan kepada anak-anaknya agar tetap semangat dan gigih bersekolah di Sekolah Rakyat,” katanya.
Siswa Mulai Tempati Gedung Baru
Laode memastikan siswa yang sebelumnya menempati gedung Balai Latihan Kerja (BLK) mulai dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat 1 Trenggalek.
“Hari ini anak-anak yang sebelumnya berjumlah 75 siswa akan mulai pindah ke sini. Kemarin kan kita masih meminjam gedung BLK,” ungkapnya.
Meski pembangunan kawasan sekolah masih berlangsung, ia memastikan proses belajar mengajar tidak akan terganggu karena fasilitas utama telah disiapkan.
“Ada beberapa pekerjaan yang memang kami hentikan sementara. Asrama sudah siap, ruang kelas SMP juga sudah siap digunakan. Untuk SD dan SMA masih ada penyelesaian seperti instalasi listrik dan beberapa aksesoris, tetapi secara umum sudah siap,” pungkasnya.











