Inti Berita:
• Disperkimhub Kabupaten Trenggalek mengoperasikan tiga armada pelat merah (dua bus dan satu minibus Elf) untuk angkutan pelajar gratis sepanjang 2026.
• Layanan ini melayani tiga rute utama (Tugu–Trenggalek, Dawuhan–Trenggalek, dan Sumbersari–Trenggalek) yang mengantar-jemput sekitar 130 hingga 150 siswa SMP serta SLB.
• Dengan alokasi anggaran Rp 214 juta per tahun menggunakan BBM nonsubsidi, operasional angkutan dipastikan aman dari imbas fluktuasi harga bahan bakar hingga akhir 2026.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Trenggalek mengoperasikan tiga kendaraan plat merah untuk melayani angkutan pelajar pada 2026.
Kasi Manajemen Angkutan dan Keselamatan Disperkimhub Trenggalek, Didik Budi Susilo, mengatakan ada tiga armada yang beroperasi saat ini, terdiri dari dua unit bus dan satu unit minibus Elf.
“Iya, angkutan pelajar pada tahun 2026 ini kita dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan mengoperasikan kendaraan plat merah sejumlah 2 unit bus dan 1 unit mini bus,” ujar Didik.
Didik juga menerangkan tiga armada tersebut melayani tiga rute. Bus pertama melayani perjalanan dari Tugu menuju Kecamatan Trenggalek.
Bus kedua melayani rute Dawuhan menuju Trenggalek. Sementara satu unit minibus Elf melayani rute Sumbersari menuju sekolah-sekolah di Kecamatan Trenggalek.
“Untuk kapasitas, masing-masing bus memiliki 27 tempat duduk dan mampu menampung 10 penumpang berdiri. Sedangkan minibus Elf memiliki kapasitas 22 tempat duduk,” tuturnya.
Armada angkutan pelajar tersebut berangkat pada pukul 06.15 WIB. Sementara untuk penjemputan pada siang hari dijadwalkan pukul 13.00 WIB.
Didik menyebut antusiasme pelajar terhadap layanan angkutan tersebut cukup tinggi. Namun, pihaknya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan siswa karena keterbatasan kapasitas kendaraan.
“Kita masih belum bisa memenuhi dari antusias itu, karena dari jumlah yang ada di Trenggalek saja Kecamatan Trenggalek SMP 1, 3, 5, 6 dan SLB Kemala Bhayangkari itu masih kita relatif sedikit yang bisa kita bawa karena kapasitas dari kendaraan kita,” jelasnya.
Saat ini, layanan angkutan pelajar tersebut melayani sekitar 130 hingga 150 siswa SMP.
“Kalau jumlah keseluruhan kurang lebihnya ada 130 sampai 150 siswa SMP yang kita layani,” katanya.
Untuk operasional tiga armada tersebut, anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 214 juta per tahun. Anggaran itu digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
“Operasional 214 juta per tahun (BBM dll),” terang Didik.
Terkait kenaikan harga BBM, Didik mengatakan kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional angkutan pelajar pada 2026. Sebab, kendaraan plat merah yang digunakan menggunakan BBM nonsubsidi.
“Kalau kenaikan BBM di kita kebetulan kita menggunakan BBM yang non subsidi ya, Mas ya. Itu masih relatif aman sampai dengan tahun anggaran nanti di akhir 2026,” ujarnya.
Sementara untuk 2027, Disperkimhub Trenggalek belum merencanakan penambahan armada angkutan pelajar. Jumlah kendaraan plat merah yang dioperasikan diperkirakan masih sama seperti tahun 2026.
“Di tahun 2027 masih relatif sama dengan tahun 2026 untuk kendaraan plat merah ini,” pungkasnya.











