PENDIDIKAN

Sekolah Rakyat Trenggalek Mulai MPLS, Siswa Paling Banyak dari Panggul dan Gandusari

×

Sekolah Rakyat Trenggalek Mulai MPLS, Siswa Paling Banyak dari Panggul dan Gandusari

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pelaksanaan open house Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek.
Inti Berita:
• Sekolah Rakyat 1 Trenggalek memulai MPLS pada 1 Agustus 2026 dan dilanjutkan matrikulasi hingga akhir September.
• Mayoritas siswa berasal dari Trenggalek, dengan sistem pendidikan berbasis asrama yang memadukan kurikulum nasional dan keasramaan.
• Meski sebagian wali asuh masih menunggu SK Kemensos, sekolah telah menyiapkan solusi sementara melalui personel Tagana serta membuka peluang penerimaan siswa sepanjang tahun dengan kapasitas lebih dari 1.000 peserta didik.

SUARA TRENGGALEKSekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek mulai menyiapkan rangkaian kegiatan pembelajaran bagi peserta didik baru setelah pelaksanaan open house, Jumat (31/7/2026).

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 15 Agustus 2026, dilanjutkan program matrikulasi sampai 30 September 2026.

Kepala Sekolah Rakyat Trenggalek 1 Trenggalek, Yogyantoro mengatakan agenda MPLS tersebut menjadi tahapan awal sebelum para siswa mengikuti proses pembelajaran secara penuh.

“Setelah pembukaan open house ini, tanggal 1 Agustus ada kegiatan MPLS sampai 15 Agustus. Dilanjutkan dengan program matrikulasi dari tanggal 18 Agustus hingga 30 September,” ujarnya.

Yogyantoro menjelaskan mayoritas peserta didik berasal dari Kabupaten Trenggalek. Dari total calon siswa yang telah terdata, sekitar 94 persen merupakan warga Trenggalek.

Sedangkan 6 persen lainnya berasal dari luar daerah dan masih menjalani proses administrasi kependudukan agar dapat berdomisili atau memiliki wali di Kabupaten Trenggalek.

“Sebanyak 94 persen berasal dari Kabupaten Trenggalek, sementara 6 persen masih proses transisi administrasi kependudukan dari luar Kabupaten Trenggalek agar bisa berdomisili atau perwaliannya di Kabupaten Trenggalek,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data dari PIC Kementerian Sosial, calon peserta didik terbanyak berasal dari Kecamatan Panggul dan Gandusari.

Terapkan Kurikulum Nasional dan Keasramaan

Yogyantoro menyebut Sekolah Rakyat akan menerapkan kurikulum nasional yang dipadukan dengan kurikulum berbasis asrama. Seluruh siswa akan tinggal di lingkungan sekolah selama 24 jam dengan pendampingan wali asuh dan wali asrama.

“Kami menggunakan kurikulum nasional dan kurikulum plus keasramaan. Mereka tinggal 24 jam di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek dengan penanganan wali asuh dan wali asrama yang menghandle kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler pada sore hingga malam hari,” jelasnya.

Jumlah Siswa Terus Bertambah

Saat ini Sekolah Rakyat telah memiliki satu rombongan belajar (rombel) jenjang SMP dengan 25 siswa dan dua rombel jenjang SD yang masing-masing berisi 25 siswa. Selain itu, terdapat sekitar 240 calon siswa baru yang telah mendaftar.

Meski demikian, sekolah masih membuka kesempatan pendaftaran sepanjang tahun ajaran 2026/2027 melalui mekanisme entry multi exit.

“Kami akan terus membuka karena memiliki entry multi exit. Sepanjang tahun ajaran ini mereka masih bisa bersekolah di Sekolah Rakyat dan mendaftar pada bulan apa pun,” ungkapnya.

Wali Asuh Masih Menunggu SK Kemensos

Terkait tenaga pendidik dan kependidikan, Yogyantoro mengatakan sebagian wali asuh dan wali asrama masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Sosial.

Sembari menunggu proses tersebut, pihak sekolah memberdayakan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang telah masuk dalam draft SK untuk mengisi sementara tugas pendampingan siswa.

“Beberapa wali asuh dan wali asrama masih menunggu SK dari Kementerian Sosial. Sementara ini kami memberdayakan kawan-kawan Tagana yang sudah ada draft SK-nya, sehingga tenaga yang sebelumnya bertugas sebagai juru masak maupun cleaning service kami alihkan sementara menjadi wali asuh dan wali asrama sambil menunggu PPPK definitif bertugas,” paparnya.

Menurutnya, kapasitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek mampu menampung lebih dari 1.000 siswa. Kuota penerimaan akan dibuka secara bertahap setiap tahun.

“Kapasitas kami sebetulnya lebih dari 1.000 siswa. Kami akan terus merekrut calon siswa secara bertahap dari tahun ke tahun dengan membuka kuota yang lebih banyak,” pungkasnya.