Inti Berita:
• Bantuan 20 ribu liter air bersih dari Gubernur Jawa Timur disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di empat desa di Kecamatan Panggul, yakni Karangtengah, Nglebeng, Ngrencak, dan Kertosono.
• Distribusi melibatkan BPBD, TNI, Polri, BBWS Brantas, serta pemerintah kecamatan.
• BPBD Trenggalek berharap penambahan armada tangki air bersih karena wilayah terdampak kekeringan terus meluas, sementara sarana distribusi masih terbatas.
SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui bantuan Gubernur Jawa Timur menyalurkan 20 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Kamis (6/8/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan personel Koramil 11/Panggul, Polsek Panggul, Pos BPBD Wilayah Panggul, Pemerintah Kecamatan Panggul, serta menggunakan armada tangki milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan bantuan air bersih disalurkan ke empat desa yang mengalami kekurangan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Distribusi Menjangkau Empat Desa
Proses distribusi dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pengisian air di PDAM Kecamatan Panggul, kemudian dilanjutkan ke sejumlah titik terdampak kekeringan.
“Desa pertama yang menerima bantuan adalah Desa Karangtengah, tepatnya di SDN 1 Karangtengah, dengan satu tangki berkapasitas 4.000 liter yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan 136 siswa,” jelas Triadi.
Selanjutnya, bantuan disalurkan ke Dusun Slorok, Desa Nglebeng, sebanyak dua tangki atau 8.000 liter air bersih untuk melayani 281 kepala keluarga atau 782 jiwa yang tersebar di RT 05, RT 06, dan RT 08.
Distribusi kemudian dilanjutkan ke Dusun Kasian, Desa Ngrencak. Sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 57 kepala keluarga atau 163 jiwa.
“Lokasi terakhir berada di Dusun Krajan, Desa Kertosono. Satu tangki berisi 4.000 liter air bersih disalurkan kepada 67 kepala keluarga atau 190 jiwa,” paparnya.
Lanjut Triadi, seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan selesai sekitar pukul 15.30 WIB dan berlangsung aman serta lancar.
BPBD Usulkan Penambahan Armada Tangki
Triadi menjelaskan, saat ini wilayah Kecamatan Panggul mengalami kekeringan yang mengakibatkan berkurangnya pasokan air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada warga yang terdampak kekeringan.
Namun, melihat cakupan wilayah Kecamatan Panggul yang cukup luas dan jumlah warga terdampak yang terus bertambah, BPBD menilai armada pengangkut air bersih masih perlu ditambah agar distribusi bantuan lebih optimal.
“Saat ini, penyaluran air bersih memanfaatkan dua mobil tangki milik BBWS Brantas, sementara satu armada tangki BPBD belum dapat dioperasikan,” pungkasnya.











