PERISTIWA

UMKM Roti di Trenggalek Terpukul, Penghapusan Menu Kering MBG Berdampak

×

UMKM Roti di Trenggalek Terpukul, Penghapusan Menu Kering MBG Berdampak

Sebarkan artikel ini
UMKM Trenggalek
Ketua UMKM Trenggalek, Muhammad Sulhan saat menyampaikan dampak kebijakan penghapusan menu kering MBG.
Inti Berita:
• UMKM roti di Trenggalek terdampak penghapusan menu kering MBG.
• Sebelumnya suplai ke lebih dari 10 dapur SPPG.
• Sempat menyerap hingga 68 tenaga kerja.
• Permintaan turun drastis setelah kebijakan diterapkan.
• Pelaku usaha terancam merumahkan karyawan.

SUARA TRENGGALEK Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor roti dan kue di Kabupaten Trenggalek mengaku terdampak kebijakan penghapusan menu kering dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut dinilai berimbas signifikan terhadap produksi hingga keberlangsungan tenaga kerja.

Ketua UMKM Trenggalek, Muhammad Sulhan, menyampaikan bahwa sebelumnya pelaku usaha roti menjadi salah satu pemasok utama untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.

“Untuk hari ini, usaha roti tidak baik-baik saja karena terkait dengan informasi keputusan dari BGN pusat bahwa menu kering di MBG ditiadakan. Ini sangat berimbas dengan pelaku UMKM, terutama roti dan kue yang mensuplai SPPG di Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, pihaknya mampu memasok kebutuhan ke lebih dari 10 dapur SPPG. Kondisi tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi pelaku usaha.

“Sebelum Lebaran itu sangat signifikan pengaruhnya terhadap keuangan dari dapur SPPG, terutama terkait menu kering yang diorder ke kami,” katanya.

Bahkan, peningkatan produksi tersebut sempat membuka lapangan kerja baru. Sulhan mengaku sempat mempekerjakan puluhan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan.

“Dari kami kemarin ada 68 karyawan yang saya masukkan untuk proses pembuatan,” ungkapnya.

Namun, setelah kebijakan penghapusan menu kering diterapkan, permintaan menurun drastis. Saat ini, para pekerja masih dipertahankan sembari menunggu perkembangan kebijakan ke depan.

“Karyawan kita masih menunggu saja. Tapi kalau dalam bulan depan belum ada perkembangan, mungkin solusi kita akan merumahkan sebagian dari karyawan,” jelasnya.

Sulhan berharap pemerintah daerah dapat memperjuangkan keberlanjutan pelaku usaha yang selama ini terlibat dalam rantai pasok MBG, khususnya sektor roti dan kue.

“Kita berharap bisa diperjuangkan agar pelaku usaha roti yang mensuplai SPPG ini tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kendala utama yang dihadapi saat ini bukan pada permodalan, bahan baku, maupun peralatan produksi, melainkan pada kebijakan penghapusan menu kering itu sendiri.

“Kalau terkait permodalan, karyawan, bahan baku, peralatan, insyaallah sudah bisa teratasi. Tapi kendalanya adalah keputusan BGN meniadakan menu kering, itu sangat berdampak,” tegasnya.

Menurutnya, sekitar 90 persen produksi usaha roti sebelumnya bergantung pada suplai ke SPPG. Dengan dihentikannya menu kering, otomatis seluruh pesanan dari dapur MBG ikut terhenti.