PERISTIWA

Trenggalek Mulai Diguyur Hujan, Ternyata Hasil Modifikasi Cuaca

×

Trenggalek Mulai Diguyur Hujan, Ternyata Hasil Modifikasi Cuaca

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Hujan yang mulai mengguyur di beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek.
Inti Berita :
• Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berhasil memancing hujan di Trenggalek, namun durasi dan curah hujan belum cukup memulihkan cadangan air tanah di 67 desa yang terdampak kekeringan.
​• Dampak kekeringan masih meluas hingga menyasar 14.541 KK (43.019 jiwa), dengan penyaluran air bersih yang kini telah menembus angka 4,01 juta liter (858 rit pengiriman) di mana Kecamatan Panggul menjadi penerima bantuan terbesar.

SUARA TRENGGALEK – Hujan yang mengguyur Kabupaten Trenggalek selama dua hari terakhir belum mengakhiri krisis air bersih di 67 desa yang tersebar di 14 kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek masih melanjutkan distribusi air bersih karena cadangan air tanah dan sumur warga belum sepenuhnya pulih setelah kemarau panjang.

Berdasarkan pemutakhiran data BPBD Trenggalek per 24 Oktober 2026, kekeringan berdampak pada 14.541 kepala keluarga (KK) atau 43.019 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan hujan yang turun sejak Sabtu hingga Minggu merupakan dampak operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Namun, hujan tersebut belum cukup untuk memulihkan ketersediaan air di wilayah terdampak.

“Sejumlah wilayah sudah mulai diguyur hujan sejak Sabtu. Sampai Minggu ini, hujan masih turun. Namun, kekeringan di sejumlah wilayah Trenggalek masih terjadi,” terang Triadi.

Karena hujan belum merata, BPBD tetap mengerahkan armada tangki untuk memasok air bersih kepada warga.

Selain itu, bantuan sarana penampungan air juga disalurkan agar masyarakat dapat menyimpan persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, BPBD Trenggalek bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah mengintensifkan koordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk merealisasikan operasi modifikasi cuaca.

“Tujuannya agar bisa merealisasikan operasi TMC untuk memicu hujan buatan, terutama di kawasan hulu,” ungkap Triadi.

Distribusi Air Bersih Tembus 4 Juta Liter

Hingga akhir Oktober 2026, BPBD Trenggalek telah menyalurkan 4.011.000 liter air bersih melalui 858 rit pengiriman. Distribusi tersebut menjangkau 62 desa di 14 kecamatan.

Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbesar, yakni 1.960.000 liter melalui 405 rit pengiriman. Berikutnya, Kecamatan Dongko menerima 478.000 liter melalui 100 rit.

Sementara itu, distribusi air bersih ke Kecamatan Watulimo mencapai 336.000 liter melalui 94 rit pengiriman.

BPBD juga mencatat penyaluran air bersih di sejumlah kecamatan lainnya, yakni Bendungan sebanyak 232.000 liter, Tugu 236.000 liter, Trenggalek 214.000 liter, dan Pogalan 215.000 liter.

Distribusi juga dilakukan ke Kecamatan Kampak, Gandusari, Suruh, Karangan, Pule, Munjungan, dan Durenan.

Selain memasok air bersih, BPBD membantu warga meningkatkan kapasitas penampungan air untuk menghadapi kekeringan yang masih berlangsung.

“BPBD Trenggalek telah mendistribusikan 142 unit tandon untuk 68 desa, 400 jeriken untuk 50 desa, serta 151 lembar terpal untuk 55 desa,” jelas Triadi.

Triadi menegaskan, turunnya hujan belum menjadi alasan bagi BPBD untuk menghentikan penanganan darurat. Distribusi air bersih akan terus dilakukan sampai kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi.

“BPBD Trenggalek masih melanjutkan penanganan darurat hingga ketersediaan air bersih bagi masyarakat kembali mencukupi,” pungkasnya.