Inti Berita:
• Polres Trenggalek menerjunkan tim gabungan untuk memantau dan mengamankan 16 SPBU di 10 kecamatan guna memastikan kelancaran distribusi BBM di tengah maraknya antrean di daerah lain.
• Patroli melibat Satuan Samapta, Lantas, Reskrim, hingga Intelkam, tidak hanya mengatur potensi kemacetan antrean tetapi juga mengawasi agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek memantau dan mengamankan 16 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap lancar di tengah maraknya antrean panjang di sejumlah daerah.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Kasihumas AKP Katik mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan aman tanpa kendala.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh polsek jajaran, terutama di wilayah yang memiliki SPBU. Setiap regu patroli diperkuat sedikitnya empat hingga lima personel.
“Pemantauan dilakukan bersamaan dengan patroli rutin. Jadi, petugas patroli dari Satsamapta dan Satlantas menyempatkan mampir ke SPBU. Kita juga libatkan personel dari Satreskrim dan Satintelkam,” ungkap AKP Katik.
Menurutnya, petugas tidak hanya memantau kondisi antrean dan ketersediaan BBM, tetapi juga mengawasi pembelian BBM bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, stok BBM di SPBU wilayah Trenggalek masih mencukupi kebutuhan konsumen. Petugas juga belum menemukan antrean panjang yang mengular.
Meski demikian, Polres Trenggalek mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
AKP Katik menambahkan, personel kepolisian siap membantu mengatur antrean apabila diperlukan, terutama untuk mencegah antrean kendaraan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.











