Inti Berita:
• Divhubinter Polri menggelar bimbingan teknis (Bintek) dan pengenalan BTNCLO di Polres Trenggalek untuk memperkuat pengelolaan perbatasan dan mengantisipasi kejahatan transnasional (transnational crime).
• Wilayah pesisir Trenggalek (Watulimo, Panggul, Munjungan) serta Pulau Sekel dan Panehan dinilai rawan, khususnya terkait ancaman penyelundupan manusia/TPPO, narkotika, barang ilegal, hingga pelarian buron luar negeri.
SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek menerima asistensi dan bimbingan teknis (bintek) dari Bagian Batas Negara (Batanas) Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk memperkuat pengawasan wilayah perbatasan dan mengantisipasi kejahatan transnasional.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Tatag Trawang Tungga, Jumat (23/10/2026), tersebut juga menjadi ajang pengenalan Border Transnational Crime Liaison Office (BTNCLO) kepada jajaran Polres Trenggalek.
Kegiatan ini diikuti pejabat utama Polres Trenggalek, jajaran Satreskrim, serta perwakilan anggota dan Bhabinkamtibmas di wilayah pesisir.
Ketua Tim BTNCLO, Kombes Pol Endon Nur Cahyo, mengatakan Kabupaten Trenggalek memiliki wilayah kepulauan terluar yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mencegah berbagai bentuk kejahatan lintas negara.
Potensi kerawanan tersebut meliputi penyelundupan manusia, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika dan barang ilegal, kejahatan ekonomi lintas negara, pemalsuan dokumen perjalanan, hingga pelarian pelaku kejahatan ke luar negeri.
“Jadi kita ingin masukan dari teman-teman dari Polres Trenggalek, hal-hal apa saja yang menjadi kebutuhan informasi dan kami ingin men-sharing juga terkait dengan pengetahuan tentang pengelolaan perbatasan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim BTNCLO juga memaparkan tugas dan perannya sebagai simpul penghubung dalam mendeteksi dini serta mengidentifikasi potensi kejahatan transnasional.
Selain itu, BTNCLO berperan dalam pengumpulan dan pertukaran informasi, koordinasi lintas instansi, serta penguatan kerja sama internasional.
“Kami akan terus memberikan asistensi melalui aplikasi Imbas Cepat dan kami minta agar lebih proaktif menjaga perbatasan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya menyampaikan, wilayah pesisir Trenggalek meliputi tiga kecamatan, yakni Watulimo, Panggul, dan Munjungan.
Kabupaten ini juga memiliki dua pulau terluar, yaitu Pulau Sekel dan Pulau Panehan.
Menurutnya, Polres Trenggalek telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kejahatan transnasional maupun tindak pidana lain yang berkaitan dengan wilayah perbatasan.
“Sebagai upaya menangkal kejahatan transnasional maupun tindak pidana lain yang melibatkan perbatasan antarnegara, Polres Trenggalek telah melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya melakukan patroli rutin pulau terluar dan membentuk komunitas pesisir untuk membantu pengawasan laut,” ujarnya.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi di media sosial serta peningkatan patroli siber.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, dan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan transnasional.
“Kami juga mendirikan kampung antinarkoba di tiga wilayah pesisir untuk mendorong partisipasi kolektif masyarakat agar lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar dan berkontribusi positif dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” tambahnya.
Melalui asistensi dan bimtek tersebut, Polres Trenggalek berharap dapat memperluas wawasan serta meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan perbatasan yang efektif.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi landasan untuk merumuskan strategi yang tepat dalam mencegah dan menangkal kejahatan transnasional.











