Inti Berita:
• BMKG memprediksi musim kemarau di Kabupaten Trenggalek berlangsung lebih panjang, dengan perkiraan awal musim hujan bergeser ke awal atau pertengahan Desember 2026.
• Trenggalek diproyeksikan masih nihil hujan dalam 10 hari ke depan, sehingga memicu perhatian serius terhadap potensi krisis air yang kian meluas.
SUARA TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek diperkirakan masih belum diguyur hujan dalam 10 hari ke depan, prakiraan tersebut berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kondisi musim kemarau di wilayah Kabupaten Trenggalek tahun ini berlangsung lebih panjang, sedangkan awal musim hujan diperkirakan baru terjadi pada awal hingga pertengahan Desember.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan perkiraan tersebut menjadi perhatian dalam menghadapi potensi dampak kemarau berkepanjangan di wilayah setempat.
“Kalau melihat perkiraan dari BMKG, dampak hari tanpa hujan 10 hari ke depan di wilayah Kabupaten Trenggalek ini masih belum ada hujan,” ujarnya.
Triadi menjelaskan, BPBD telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk PU Sumber Daya Air Brantas dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, untuk membahas kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Menurutnya, operasi tersebut diharapkan dapat membantu memicu hujan dalam beberapa hari ke depan.
Namun, pelaksanaannya bergantung pada kondisi dan ketersediaan bahan yang diperlukan untuk mendukung modifikasi cuaca.
“Kami kemarin sudah koordinasi dengan PU SDA Brantas atau Balai Besar. Semoga beberapa hari ini, kalau terjadi hujan, ada kerja sama untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” katanya.
Ia menambahkan, kemarau tahun ini dinilai berlangsung lebih panjang dibandingkan perkiraan musim sebelumnya.
Karena itu, perkembangan kondisi cuaca masih akan menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi dampaknya di Trenggalek.
Berdasarkan perkiraan BMKG yang disampaikan Triadi, musim hujan di Trenggalek diperkirakan mulai pada minggu pertama atau kedua Desember.
Meski demikian, waktu tersebut masih berupa perkiraan. Perkembangan cuaca dan realisasi hujan di lapangan akan menentukan kondisi dalam beberapa pekan mendatang.











