Inti Berita:
• Komisi IV DPRD Trenggalek memastikan seluruh puskesmas yang belum memiliki musala layak akan dibangunkan fasilitas ibadah pada tahun anggaran 2027 guna memberikan kenyamanan bagi keluarga pasien.
• DPRD mendorong pemenuhan seluruh persyaratan administratif agar RSUD Panggul berpeluang menyerap DAK Rp120 miliar dari pemerintah pusat demi pengembangan infrastruktur dan layanan.
SUARA TRENGGALEK – Komisi IV DPRD Trenggalek mendorong seluruh puskesmas yang belum memiliki mushala layak agar segera mendapatkan fasilitas tersebut pada 2027.
Selain fasilitas puskesmas, DPRD juga menyoroti pengembangan RSUD Panggul, termasuk peningkatan pendapatan daerah dan pemenuhan persyaratan untuk memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan pihaknya membahas sejumlah agenda tersebut bersama Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurutnya, keberadaan musala yang layak di puskesmas penting untuk menunjang kebutuhan keluarga pasien maupun pengunjung selama menjalani pelayanan kesehatan.
“Di tahun 2027 ini akan kita pastikan semuanya bisa terbangun musala yang layak dipakai untuk mendoakan keluarganya agar cepat sembuh, karena ini penting,” ujar Sukarodin.
Selain fasilitas puskesmas, Komisi IV juga mendorong pengembangan RSUD Panggul.
Salah satu target yang disoroti adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rumah sakit tersebut pada 2027 sekitar Rp2 miliar.
Sukarodin menilai, peningkatan layanan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi modal untuk mengembangkan rumah sakit yang berada di wilayah selatan Trenggalek tersebut.
Ia menyebut tren kunjungan pasien ke RSUD Panggul terus meningkat. Kondisi itu dinilai membuka peluang bagi rumah sakit untuk memperluas pelayanan sekaligus meningkatkan pendapatan.
Di sisi lain, DPRD mendorong pemenuhan persyaratan agar RSUD Panggul berpeluang memperoleh DAK dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp120 miliar.
Menurut Sukarodin, masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diselesaikan. Persiapan tersebut akan dilanjutkan pada 2027 agar persyaratan pengajuan anggaran dapat terpenuhi.
“Kita masih punya kesempatan untuk mempersiapkan apa-apa yang dibutuhkan sebagai persyaratan agar mendapatkan DAK dari pusat sejumlah Rp120 miliar. Kekurangan yang ada akan kita coba penuhi,” katanya.
Sukarodin juga menyoroti potensi pelayanan RSUD Panggul bagi masyarakat di wilayah selatan Trenggalek.
Ia menyebut Kecamatan Dongko, Munjungan, dan Panggul secara keseluruhan mencakup sekitar 23 persen penduduk Kabupaten Trenggalek.
Letak RSUD Panggul dinilai lebih dekat dan strategis bagi warga di tiga kecamatan tersebut.
Selain itu, posisinya yang berada di wilayah perbatasan membuka peluang pelayanan bagi masyarakat dari wilayah Pacitan dan Ponorogo yang berdekatan.
“Ketika kita mendorong sarana kesehatan di Panggul, kalau rumah sakit Panggul bisa melayani, masyarakat tidak perlu ke rumah sakit yang lain,” jelasnya.











