Inti Berita:
• BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung menggelar program skrining kanker serviks gratis kuota 1.000 peserta bagi warga Kabupaten Trenggalek mulai 15 Oktober 2026.
• Pelaksanaan pengambilan sampel melibatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta jaringan FKTP, puskesmas, dan pustu di seluruh wilayah Trenggalek.
• Pemeriksaan sampel dirujuk ke Laboratorium Diamedika lantaran Labkesda Pemkab Trenggalek saat ini belum memiliki sarana prasarana standar serta dokter spesialis patologi anatomi.
SUARA TRENGGALEK – BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung menyiapkan program skrining kanker leher rahim atau kanker serviks bagi 1.000 peserta di Kabupaten Trenggalek.
Program pemeriksaan gratis tersebut dijadwalkan mulai 15 Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengatakan program ini merupakan kerja sama BPJS Kesehatan dengan sejumlah pihak, termasuk Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“Jatahnya sebenarnya 1.000 di Kabupaten Trenggalek ini. Jadi, BPJS ini juga bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia atau IBI. Nanti sebagai pelaksana pengambilan sampelnya,” terang Andiek saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Menurut Andiek, puskesmas akan membantu IBI mengidentifikasi peserta yang menjadi sasaran program.
Pengambilan sampel direncanakan dapat dilakukan di FKTP, puskesmas, maupun puskesmas pembantu (pustu) yang memenuhi persyaratan sebagai tempat pelayanan.
Sampel yang telah diambil selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Khusus di Trenggalek, pemeriksaan sampel akan dilakukan di Laboratorium Diamedika.
Andiek menegaskan, program tersebut diperuntukkan bagi warga Trenggalek yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pembiayaan pemeriksaan ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
“Karena yang melakukan BPJS, ya harus memiliki BPJS. Penganggarannya nanti melalui BPJS,” ujarnya.
Labkesda Belum Bisa Melayani Pemeriksaan
Andiek menjelaskan, Dinkes PPKB Trenggalek sebenarnya memiliki Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Namun, fasilitas tersebut saat ini belum dapat melayani pemeriksaan sampel untuk skrining kanker serviks.
Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana menjadi kendala utama. Labkesda Trenggalek belum memiliki dokter spesialis patologi anatomi serta fasilitas yang memenuhi standar untuk pemeriksaan tersebut.
“SDM-nya ini belum ada dokter spesialis patologi anatomi. Kemudian, yang kedua juga terkait dengan sarana prasarana. Ini belum memiliki yang standar,” jelasnya.
Meski demikian, Dinkes PPKB Trenggalek telah berkoordinasi dengan kepala Labkesda untuk merencanakan pengembangan layanan pemeriksaan serupa pada masa mendatang.
Andiek berharap, Labkesda nantinya mampu menyediakan layanan pemeriksaan sampel skrining kanker serviks sehingga jenis pelayanan kesehatan di laboratorium milik pemerintah daerah itu semakin lengkap.
Untuk sementara, pemeriksaan sampel dalam program skrining tersebut akan dilakukan melalui Laboratorium Diamedika. Laboratorium swasta itu dipilih karena telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Kebetulan kalau di Trenggalek, laboratorium swasta yang bekerja sama adalah Laboratorium Diamedika,” pungkasnya.











