Inti Berita:
• Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan alsintan dari APBN di BPP Karangan berupa traktor, rice transplanter, power thresher, hingga combine harvester.
• Bantuan ini ditargetkan mempercepat masa olah lahan dan panen, seperti di Gapoktan Desa Sumber Alam Watulimo yang menargetkan pengerjaan lahan 46 hektare selesai hanya dalam satu minggu.
• Penggunaan alsintan dikelola lewat sistem sewa murah untuk perawatan alat, sementara Pemkab dan kelompok tani menyiapkan pelatihan operator serta pendampingan menghadapi musim kemarau.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan).
Bantuan tersebut diharapkan mempercepat pengolahan lahan, mendukung proses panen, serta meningkatkan produktivitas pertanian.
Penyerahan bantuan dilakukan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Karangan. Sejumlah alat yang disalurkan meliputi traktor, mesin tanam padi, mesin perontok padi, hingga mesin pemanen kombinasi.
Kepala Dinas Pertanian Trenggalek, Imam Nurhadi, mengatakan bantuan tersebut berasal dari aspirasi sejumlah pihak yang kemudian diajukan melalui Dinas Pertanian bersama kelompok tani.
“Hari ini kita serahkan alsintan dari anggaran APBN. Bantuan ini diharapkan segera bisa difungsikan di masyarakat dalam rangka percepatan pencapaian ketahanan pangan,” ujar Imam.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas tiga unit traktor roda empat, 10 unit traktor roda dua dengan beberapa jenis, empat unit rice transplanter, tiga unit power thresher, serta satu unit combine harvester.
Penyerahan combine harvester dilakukan secara simbolis karena alat tersebut telah dikirim ke lokasi kelompok tani penerima.
Imam berharap tambahan peralatan itu dapat membantu petani memangkas waktu kerja sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan panen.
Pengolahan Lahan Ditargetkan Satu Minggu
Perwakilan Gapoktan Desa Sumber Alam, Kecamatan Watulimo, Imam Alim, mengatakan kelompoknya menaungi tujuh kelompok tani dengan hamparan lahan sekitar 46 hektare yang saat ini terjangkau layanan.
Dengan dukungan mekanisasi pertanian, pengolahan lahan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang ditargetkan dapat diselesaikan sekitar satu minggu.
Meski mendapat bantuan peralatan, pemanfaatan alsintan tetap menggunakan sistem sewa.
Biaya yang dibayarkan petani digunakan untuk mendukung kas kelompok, termasuk kebutuhan perawatan dan pemeliharaan alat.
Imam Alim menyebut tarif sewa bagi petani setempat lebih murah dibandingkan penyewaan di tempat lain.
Namun, kesiapan operator masih menjadi tantangan. Saat ini, gapoktan baru memiliki satu operator yang berasal dari Poktan Sinartani.
Pelatihan tambahan disiapkan agar pengoperasian alat dapat berjalan optimal dan pemanfaatannya menjangkau kebutuhan petani secara lebih luas.
Pendampingan dan Antisipasi Musim Kemarau
Selain menyalurkan alsintan, Dinas Pertanian Trenggalek menyiapkan pendampingan teknis dan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, termasuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan indeks pertanaman di atas dua kali dalam setahun. Dengan demikian, produktivitas lahan dapat terjaga dan pasokan pangan di Kabupaten Trenggalek semakin aman.











