PERISTIWA

Telur Belatung di Menu MBG Kampak, Satgas Trenggalek Temukan Kontaminasi Silang Bahan Makanan

×

Telur Belatung di Menu MBG Kampak, Satgas Trenggalek Temukan Kontaminasi Silang Bahan Makanan

Sebarkan artikel ini
Mbg trenggalek
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto saat menyampaikan tindaklanjut temuan telur belatung di menu MBG.
Inti Berita:
• Satgas MBG temukan penyebab kasus dugaan belatung akibat kontaminasi silang.
• Total ada 6 ompreng makanan yang terdampak.
• Tidak ada laporan dampak kesehatan dari kejadian tersebut.
• Pengelola MBG disebut sudah mendapat pelatihan keamanan pangan.
• Kasus ini sebelumnya memicu kekhawatiran wali murid di Kecamatan Kampak.

SUARA TRENGGALEKPasca temuan kasus dugaan telur belatung pada menu MBG di Kecamatan Kampak, Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Trenggalek langsung melakukan pemantauan intensif.

Hasil dari investigasi sementara menunjukkan adanya kontaminasi silang pada makanan, dengan total enam ompreng terdampak dalam kejadian tersebut.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto mengatakan pemantauan telah dilakukan sejak Selasa (14/4/2026) dan hingga kini tidak ditemukan laporan dampak kesehatan dari kejadian tersebut.

“Pemantauan pasca kejadian telah dilakukan mulai hari Selasa sampai dengan hari ini. Sampai dengan hari ini tidak ada laporan atau aduan dampak terhadap kejadian ini,” ujarnya.

Sunarto menegaskan, secara prinsip pengelolaan pangan dalam program MBG telah menerapkan standar keamanan yang ketat. Para pengelola dan penjamah makanan juga telah mendapatkan pelatihan terkait keamanan pangan.

“Pada prinsipnya pengelolaan pangan aman telah dilatihkan pada pengelola dan penjamah makanan, termasuk memastikan kondisi kesehatan penjamah makanan,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan bahan makanan, penyimpanan, hingga pemisahan bahan juga telah menjadi bagian dari pembinaan rutin yang dilakukan oleh Satgas.

“Pengelolaan bahan, penyimpanan bahan, pemisahan bahan, hingga cara penyajian dalam ompreng sudah dilatihkan agar tidak terjadi kontaminasi silang,” paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah memberikan peringatan secara berkala kepada pengelola jika ditemukan potensi penyimpangan dalam proses pengolahan makanan.

“Peringatan juga sudah sering dilakukan terhadap yang menyimpang,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran, Satgas menyimpulkan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh kontaminasi silang dari bahan makanan.

“Dari investigasi telah terjadi kontaminasi silang dari bahan menu. Ompreng yang mengandung belatung sebanyak enam ompreng,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah wali murid di Kecamatan Kampak menemukan dugaan telur belatung pada menu ayam yang dibawa pulang anaknya pada Senin (13/04/2026).

Temuan tersebut sempat memicu kekhawatiran terkait keamanan makanan dalam program MBG.