Inti Berita:
• Sebanyak 1.060 guru TK se-Kabupaten Trenggalek menampilkan Tari Trenggalek Kinasih secara massal di Alun-alun Trenggalek.
• Kegiatan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-76 IGTKI-PGRI.
• Tari Trenggalek Kinasih dipilih karena menggambarkan keindahan alam dan karakter masyarakat Trenggalek.
SUARA TRENGGALEK – Alun-alun Trenggalek dipenuhi ribuan guru Taman Kanak-kanak (TK) yang tergabung di dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI, pada Minggu (7/6/2026) pagi.
Sebanyak 1.060 guru TK dari berbagai kecamatan di Trenggalek tampil kompak membawakan Tari Trenggalek Kinasih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI.
Kegiatan bertajuk Gebyar HUT IGTKI ke-76 tersebut berlangsung meriah dengan diikuti guru TK dari seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek.
Ketua IGTKI Trenggalek, Siti Choiriyah, mengatakan peringatan HUT tahun ini mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-kanak Berkualitas Sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun.
Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan peran guru TK dalam mempersiapkan generasi masa depan menuju Indonesia Emas.
“Guru TK sangat semangat untuk mewujudkan anak-anak bangsa menuju Indonesia Emas. Total yang menari Trenggalek Kinasih sekitar 1.060 guru TK se-Trenggalek,” ujar Siti Choiriyah.
Tari Trenggalek Kinasih Dipilih
Choiriyah menjelaskan Tari Trenggalek Kinasih dipilih karena menggambarkan keindahan alam sekaligus karakter masyarakat Trenggalek yang ramah dan penuh kasih.
“Memilih Tari Trenggalek Kinasih karena tarian ini menunjukkan keindahan alam Kota Trenggalek dan potensi wisatanya,” katanya.
Selain itu, tarian tersebut juga merepresentasikan nilai-nilai budaya dan karakter masyarakat Trenggalek yang dikenal santun serta menjunjung tinggi kebersamaan.
“Semua kelebihan yang ada di alam Trenggalek, termasuk budi dan karakter orang-orang Trenggalek,” imbuhnya.
Menariknya, meski melibatkan lebih dari seribu peserta, persiapan penampilan massal tersebut relatif singkat.
Menurut Choiriyah, para guru TK sudah menguasai gerakan tari sehingga hanya membutuhkan dua kali latihan sebelum tampil.
Kesejahteraan Guru Dinilai Semakin Baik
Dalam kesempatan tersebut, Choiriyah juga menyinggung peningkatan kesejahteraan guru TK di Trenggalek.
Menurutnya, banyak guru TK yang kini telah menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Karena sudah menerima TPP sehingga beliau sangat semangat untuk mewujudkan anak-anak bangsa menuju Indonesia Emas, meskipun ada beberapa yang masih honorer,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Apresiasi Kreativitas Guru TK
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, mengapresiasi semangat dan kreativitas para guru TK yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurut Agus, kegiatan seperti tari massal dan permainan kelompok mampu memperkuat kekompakan sekaligus meningkatkan semangat para pendidik.
“Alhamdulillah kita melaksanakan peringatan HUT IGTKI ke-76 tahun dengan berbagai kreativitas guru TK se-Kabupaten Trenggalek,” katanya.
Ia menegaskan Dinas Pendidikan akan terus melakukan pembinaan guna meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru TK.
“Pembinaan terus kita lakukan untuk meningkatkan kompetensi. Pun juga terus memperjuangkan kesejahteraan guru TK,” ujar Agus.
Pada momentum HUT IGTKI ke-76 ini, Agus juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan profesionalitas dan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini.
“Selain itu juga kualitas belajar mengajar di lembaga TK harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru TK di Trenggalek atas dedikasi dan kesabaran mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa.
“Semoga semua tetap ikhlas dan sabar dalam mengajar serta mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang sukses di masa depan,” pungkasnya.
Ribuan Guru Padati Alun-alun Trenggalek
Pantauan di lokasi, para peserta mulai memadati sisi utara Alun-alun Trenggalek sejak pukul 07.00 WIB.
Acara diawali dengan senam bersama, dilanjutkan seremonial pembukaan dan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan HUT IGTKI.
Puncak acara berlangsung saat 1.060 guru TK secara serempak menampilkan Tari Trenggalek Kinasih selama sekitar 20 menit.
Para peserta mengenakan pakaian kasual seragam lengkap dengan selendang dan mahkota sebagai properti tari.
Penampilan mereka dipandu oleh penari profesional yang berada di barisan depan.
Setelah tari massal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai fun game yang diikuti perwakilan guru TK dari 14 kecamatan di Trenggalek.
Hingga menjelang siang, suasana perlombaan masih berlangsung meriah dan penuh antusiasme.











