POLITIK

PDIP Trenggalek Siapkan Kader Terbaik untuk Pilkada 2029, Siapkan Diri Menangi Pemilu

×

PDIP Trenggalek Siapkan Kader Terbaik untuk Pilkada 2029, Siapkan Diri Menangi Pemilu

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi.
Inti Berita:
• PDIP Trenggalek siapkan kader untuk Pilkada 2029
• Nama calon belum diumumkan, strategi disusun mendekati pemilu
• Target kursi DPRD naik dari 13 jadi 15–16 kursi
Fokus saat ini: kerja nyata di masyarakat, termasuk isu BPJS
• Siap hadapi skema pemilihan langsung maupun tidak langsung

SUARA TRENGGALEKDPC PDI Perjuangan (PDIP) Trenggalek mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029, termasuk menyiapkan kader-kader potensial sebagai calon pemimpin daerah.

Sekretaris DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan partainya telah memiliki sejumlah kader yang siap diusung, meski belum mengungkap nama secara spesifik.

“Pasti ada. Kita punya banyak kader, baik di DPR maupun di struktur partai. Tapi untuk nama, nanti satu tahun sebelum 2029 baru kita atur strateginya,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan aturan ambang batas pencalonan kepala daerah oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurunkan syarat dari 20 persen menjadi 4 persen dinilai membuka peluang lebih besar bagi partai untuk mengusung calon sendiri.

Doding mencontohkan pada Pilkada sebelumnya, PDIP mampu merumuskan strategi hingga tidak memiliki lawan. Dengan kondisi aturan baru, ia optimistis partainya akan semakin siap menghadapi kontestasi mendatang.

Target Kursi DPRD Naik

Selain Pilkada, PDIP Trenggalek juga menargetkan peningkatan jumlah kursi di DPRD pada Pemilu 2029. Saat ini, partai tersebut memiliki 13 kursi.

“Harapan kita bisa naik menjadi 15 sampai 16 kursi. Tapi nanti akan kita lihat situasi dan kondisi, bisa saja targetnya kita tingkatkan,” jelasnya.

Fokus Pengabdian ke Masyarakat

Meski sudah mulai menyiapkan strategi politik, Doding menegaskan saat ini partainya lebih fokus pada kerja-kerja nyata di masyarakat.
Menurutnya, hasil politik akan ditentukan dari kinerja satu tahun menjelang pemilu.

Oleh karena itu, kader diminta aktif turun ke lapangan, termasuk mengawal persoalan sosial seperti kemiskinan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penonaktifan BPJS bagi masyarakat kurang mampu.

PDIP, kata dia, akan menggerakkan kader untuk melakukan pendataan dan membantu koordinasi agar warga kembali mendapatkan layanan.

“Kita fokus mengabdi dulu. Nanti satu tahun sebelum pemilu baru kita hitung strategi dan lawan,” tegasnya.

Antisipasi Skema Pemilihan Tidak Langsung

Terkait kemungkinan perubahan sistem pemilihan kepala daerah menjadi tidak langsung, Doding menyatakan PDIP siap beradaptasi.

Menurutnya, jika skema tersebut diterapkan, partai akan menjalin kerja sama dengan partai lain untuk memenuhi syarat kuorum di DPRD.

“Kalau tidak langsung, ya kita kerja sama dengan partai lain. Tapi itu nanti melihat hasil Pemilu 2029, karena komposisinya bisa berubah,” ujarnya.