Inti Berita:
• Baiatan Tarekat Syadziliyah ke-18 di Pondok Pesantren Darussalam Jajar, Trenggalek, diikuti sekitar 2.700 jemaah dengan sekitar 250 peserta baru.
• Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengamalan syariat Islam melalui jalan tasawuf serta diikuti jemaah dari berbagai daerah di dalam maupun luar Jawa Timur.
SUARA TRENGGALEK – Sekitar 2.700 jemaah memadati Pondok Pesantren Darussalam atau Pondok Jajar, Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (12/7/2026), untuk mengikuti Baiatan Tarekat Syadziliyah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 250 orang merupakan jemaah baru yang mengikuti prosesi baiat.
Prosesi baiat dipimpin oleh Agus M. Rikza Amiq, salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Bambu Runcing, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, yang bertindak sebagai mursyid atau guru pemberi tarekat.
Jemaah mulai berdatangan sejak pukul 10.00 WIB. Registrasi peserta putri dipusatkan di pintu masuk sebelah selatan, sedangkan peserta putra melalui pintu barat. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di serambi masjid dan halaman pondok induk.
Setelah mujahadah dan Salat Dhuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah oleh Gus Rikza.
Prosesi baiat berlangsung sekitar 15 menit dengan rangkaian pembacaan zikir dan selawat yang diikuti para peserta.
Jemaah Baru Ingin Menyambung Sanad Keilmuan
Salah seorang peserta baiat asal Kecamatan Watulimo, Murdiyanto, mengatakan mayoritas peserta baru sebelumnya telah aktif mengikuti majelis taklim di wilayah masing-masing.
Menurutnya, kebiasaan menjalankan amalan yang serupa dengan Tarekat Syadziliyah membuat banyak jemaah terdorong untuk mengikuti baiat agar memiliki sanad keilmuan yang tersambung kepada mursyid.
“Sehingga ketika sudah terbiasa akhirnya menjadi tertarik untuk ikut masuk ke dalam thariqah yaitu ikut baiat itu,” ujar Murdiyanto.
Ia menambahkan amalan yang selama ini dijalankan di berbagai daerah pada dasarnya memiliki kesamaan dengan amalan di Tarekat Syadziliyah.
“Jadi daripada di luar kalangan menurut mereka itu intinya ingin supaya ikatan sanad keilmuan itu sambung dengan mursyid,” katanya.
Murdiyanto juga menilai wirid dalam Tarekat Syadziliyah relatif lebih sederhana dan tidak memberatkan, terutama bagi mereka yang telah terbiasa mengikuti kegiatan majelis taklim.
“Kalau dibandingkan yang lain menurut saya itu lebih longgar sebenarnya,” paparnya.
Tarekat untuk Menyempurnakan Syariat
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jajar Trenggalek, KH Afifuddin Yunus, bersyukur pelaksanaan baiatan ke-18 tersebut berjalan lancar.
Ia menjelaskan tujuan utama tarekat adalah menyempurnakan pelaksanaan syariat Islam, baik dari sisi lahir maupun batin melalui jalan tasawuf.
“Baiatan ini alhamdulillah baiat yang ke-18. Tujuan utamanya untuk menjalankan syariat Islam secara kafah. Lahir syariatnya, batin secara tasawufnya atau tarekat,” terang KH Afifuddin Yunus.
Gus Afif menegaskan tidak terdapat perbedaan mendasar antara Tarekat Syadziliyah dengan tarekat lainnya.
“Intinya tidak ada perbedaan. Cuma cara menuju Allah SWT itu yang dengan cara masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan baiatan menjadi sarana syiar agar masyarakat semakin memahami syariat Islam, baik secara lahir maupun batin.
Jemaah Datang dari Berbagai Daerah
Ketua Pelaksana Haul dan Baiatan Tarekat Syadziliyah, Muhsam Baidhowi, menyebut jumlah jemaah yang hadir mencapai sekitar 2.700 orang.
“Jemaah yang baru dibaiat belum ada data yang masuk secara resmi. Namun data sementara sekitar 250 jemaah,” ujarnya.
Menurut Muhsam, peserta tidak hanya berasal dari Trenggalek, tetapi juga dari Tulungagung, Malang, Jawa Tengah, Sumatera Barat hingga Bali yang datang secara rombongan.
Ia mengapresiasi antusiasme seluruh jemaah serta mengucapkan terima kasih kepada panitia dan para donatur yang telah mendukung kelancaran kegiatan.
“Karena telah mendukung kegiatan ini dan juga partisipasi daripada jemaah yang sangat mendukung sehingga acara bisa berjalan sukses,” tutupnya.
Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan musafahah atau bersalaman dengan mursyid Tarekat Syadziliyah.











