Inti Berita:
• Peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek dengan tema Hambeging Bumi diisi berbagai rangkaian kegiatan.
• Termasuk penyiapan 11.000 kantong udik, kegiatan yang terbuka untuk masyarakat, pertunjukan Tiban dan panjat pinang, serta jamasan enam pusaka.
SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menyiapkan 11.000 kantong udik dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek dengan tema Hambeging Bumi.
Selain itu juga disediakan tumpeng paes agung serta tumpeng kecil yang biasanya di berikan kepada masyarakat. Pelaksanaan nanti akan dilaksanakan terbuka untuk umum.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan dalam rangkaian kegiatan tersebut nantinya juga akan disiapkan tumpeng selain tumpeng paes agung. Beberapa tumpeng kecil akan disiapkan dan dapat dinikmati masyarakat.
“Nanti mungkin pura tumpengnya eh selain tumpeng paes agung akan ada beberapa tumpeng kecil-kecil yang bisa diputak oleh masyarakat,” kata Mochamad Nur Arifin.
Menurutnya, jumlah udik yang disebarkan diharapkan dapat lebih banyak pada pelaksanaan berikutnya.
“Harapannya nanti bisa lebih baik lagi terus eh jumlah udik-adik nanti yang disebar juga lebih banyak,” ujarnya.
Nur Arifin menyebut pihaknya menyiapkan sebanyak 11.000 kantong udik.
Jumlah tersebut dikaitkan dengan harapan mendapatkan kawelasan atau pertolongan dari Allah melalui para malaikat.
“Kita menyiapkan 11.000 kantong itu. 11.000 artinya nggih kawelasan saking malaikat sing jumlahne ewon-ewon nggih,” jelasnya.
“Jadi, semoga dapat kawelasan dari Allah melalui para malaikatnya yang ribu-ribuan itu. Harapannya nanti memberikan pertolongan ditugaskan untuk menjaga Trenggalek,” lanjutnya.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan tersebut juga bertepatan dengan masuknya Sasi Mulud atau Maulid Nabi.
“Jadi, karena ini mau masuknya Sasi Mulud atau Maulid Nabi jadi kita nanti ingin hadir juga syafaat Rasulillah kepada seluruh umat yang berbahagia merayakan hari jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek,” katanya.
Masyarakat Dipersilakan Hadir
Nur Arifin memastikan rangkaian kegiatan tersebut terbuka untuk umum. Masyarakat dipersilakan hadir dan menyesuaikan diri dengan tempat yang telah disiapkan.
“Dibuka untuk umum, monggo nanti silakan silakan apa namanya menyesuaikan diri duduk nanti bareng sama bergodo-bergodo yang ada lenggah di sini bisa nderek menikmati suguhan-suguhan yang ada,” ungkapnya.
Setelah itu, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan sejumlah pertunjukan. Di antaranya pergelaran Tiban dan panjat pinang.
Ia berharap tradisi Tiban yang diikuti bergodo tani dapat menjadi sarana doa agar hasil pertanian masyarakat Trenggalek semakin baik.
“Jadi semoga juga Tiban termasuk ujug nanti semoga karena ini per bergodo tani keluar semua ya, beliau mengunjukkan doa ya semoga nanti hasil pertanian bisa dapat bagus, salah satunya ditunjang dari ketersediaan air yang cukup. Ya, itu doanya,” jelasnya.
Enam Pusaka Dijamas
Dalam menyambut Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Pemkab Trenggalek juga menggelar berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari metri bumi, ziarah makam tokoh dan pemimpin terdahulu, hingga jamasan pusaka di Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Sebanyak enam pusaka dijamas dalam rangkaian tersebut. Dua di antaranya, yakni Songsong Ayom Sih dan Tumbak Kyai Wignyo Murti, merupakan pemberian dari Kraton Ngayogyakarta.
Enam pusaka tersebut yakni:
• Songsong Ayom Sih.
• Tumbak Kyai Wignyo Murti.
• Songsong Tunggul Nogo.
• Songsong Tunggul Projo.
• Tumbak Kyai Karawelang.
• Lambang Jwalita Praja Karana.











