PERISTIWA

Dugaan Keracunan MBG di Trenggalek, Sampel Makanan SPPG Tamanan Dites Lab di Surabaya

×

Dugaan Keracunan MBG di Trenggalek, Sampel Makanan SPPG Tamanan Dites Lab di Surabaya

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, Alfian Surya Riyantama saat dikonfirmasi langkah usai insiden keracunan MBG.
Inti Berita:
• SPPG Tamanan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG setelah pendataan sementara menunjukkan 421 penerima manfaat di SMPN 1 Trenggalek dan 20 penerima manfaat di SD Islam Lukman Hakim mengalami keluhan.
• SPPG Tamanan yang melayani 2.089 penerima manfaat untuk sementara menghentikan operasional sambil menunggu hasil laboratorium.
• Hingga saat ini belum ada hasil yang memastikan keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG.

SUARA TRENGGALEK – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan dibawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek.

Pemeriksaan dilakukan setelah penerima manfaat di dua satuan pendidikan, yakni SMP Negeri 1 Trenggalek dan SD Islam Lukman Hakim, dilaporkan dudiga mengalami keracunan dengan keluhan kesehatan mulai dari mulas dan diare setelah menerima makanan MBG.

Kepala SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, Alfian Surya Riyantama mengatakan pemeriksaan sampel dilakukan pada Kamis (12/8/2026).

Dijelaskannya, pemeriksaan sampel makanan awalnya direncanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), namun kemudian sampel dibawa ke Surabaya.

“Untuk terkait dugaan keracunan itu dari pihak SPPG melakukan laboratorium makanan, hari ini Kamis (12/08/2026), di Labkesda dan kebetulan Labkesda tidak bisa kemudian akhirnya di Surabaya,” kata Alfian.

441 Penerima Manfaat Mengeluh

Berdasarkan pendataan sementara disampaikan Alfian bahwa, keluhan terjadi pada penerima manfaat di dua sekolah.

“Untuk pendataan sendiri yang mengeluhkan ada di 2 sekolah yaitu di SMPN 1 Trenggalek ada 421 dan dari SDI Lukman Hakim 20 penerima manfaat,” ujarnya.

Secara keseluruhan dijelaskannya bahwa SPPG Tamanan melayani distribusi MBG untuk 11 sekolah dan satu posyandu dengan total 2.089 penerima manfaat.

“Untuk SPPG Tamanan sendiri melayani 11 sekolah dan 1 Posyandu, untuk jumlahnya sendiri 2.089,” kata Alfian.

Adapun menu MBG yang dibagikan pada Rabu (11/8/2026) kemarin terdiri atas nasi putih, ayam bumbu sate, tahu fantasi, bayam dan jagung, serta buah semangka kuning.

“Menunya kemarin ada nasi putih, kemudian ayam bumbu sate, terus tahu fantasi, bayem dan jagung dan buah semangka kuning,” ujarnya.

Melibatkan Dinkes hingga Aparat

Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Trenggalek, Sheila Ammanda Yadu Fadilla mengatakan penanganan kejadian tersebut dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Menurutnya, pihak yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Polres Trenggalek, Kodim, serta pihak terkait lainnya.

“Pastinya yang kami lakukan antar stakeholder baik dari dinas kesehatan, dari Polres dan Kodim maupun pihak lainnya, intinya kami sangat kami sudah tindak lanjuti ke masing-masing sekolahan berapa yang terdampak dan berapa yang tidak terdampak dan bagaimana yang mereka rasakan yang dikonsumsi,” kata Sheilla.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan sekaligus kondisi yang dirasakan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Selain itu, SPPG bersama Satgas MBG Trenggalek melakukan evaluasi terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga produksi.

“Kami selama ini berupaya dengan satgas Trenggalek untuk tetap bagaimana caranya kejadian ini hal yang terakhir bagi SPPG lainnya untuk bisa menjadi lebih baik dan tidak ada kejadian fatal seperti ini,” ujarnya.

Sampel Dibawa untuk Pemeriksaan Laboratorium

Sheilla mengatakan pemeriksaan juga dilakukan terhadap proses di dapur SPPG. Sementara itu, Dinas Kesehatan membawa sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

“Yang pastinya di dapur kami cek penerimaan bahan baku hingga proses produksi itu seperti apa akhirnya tadi dari pihak Dinkes membawa sample makanan baik dari penerima manfaat dari SPPG untuk dilakukan pengecekan laboratorium,” katanya.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat.

Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Sementara

Sembari menunggu hasil pemeriksaan, layanan SPPG Tamanan untuk sementara dihentikan.

“Untuk sementara berhenti dulu karena untuk menunggu hasil lab yang dilakukan apakah berasal dari makanan atau seperti apa, untuk sementara SPPG ini tidak bisa melayani ke penerima manfaat dan sudah kami laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Sheilla.

Hingga saat ini, belum ada hasil laboratorium yang menyatakan bahwa keluhan kesehatan penerima manfaat disebabkan oleh makanan MBG.

Karena itu, penyebab keluhan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.