Inti Berita:
• Dua lapak UMKM peserta Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 di kawasan Alun-Alun Trenggalek dibobol pada Rabu (23/9/2026) siang.
• Stan kesenian jaranan milik Ervan Sanjaya kehilangan perlengkapan berupa satu set celana barongan hijau dan aksesori penutup kepala (enyong).
• Sementara stan photo booth milik Brian Prisly yang berada di sebelahnya mengalami pengrusakan pada kertas sampel foto pajangan.
SUARA TRENGGALEK – Dua lapak UMKM peserta Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 menjadi sasaran pembobolan di kawasan Alun-Alun Trenggalek, Rabu, 23 September 2026.
Dua stan yang dibobol yakni stan kesenian jaranan milik Ervan Sanjaya dan stan photo booth milik Brian Prisly. Aksi tersebut terjadi sekitar siang hari saat pemilik meninggalkan lapak.
Ervan mengatakan, dirinya meninggalkan stan sekitar pukul 12.00 WIB untuk menjemput anaknya pulang sekolah. Saat itu, stan sudah ditutup menggunakan terpal.
Sebelum meninggalkan lokasi, Ervan mengaku melihat seorang anak berdiri di depan area stan.
“Saya meninggalkan stan dalam keadaan tertutup rapat. Saat hendak pergi, saya melihat ada anak berdiri di depan kios,” terang Ervan.
Ervan baru mengetahui stan miliknya dibobol ketika kembali ke Alun-Alun Trenggalek pada sore hari. Ia mendapati terpal penutup stan sudah terbuka dan kondisi bagian dalam lapak berantakan.
Setelah memeriksa barang dagangan, Ervan menemukan sejumlah perlengkapan kostum jaranan hilang.
Barang yang hilang berupa satu set celana barongan warna hijau dan satu aksesori penutup kepala atau enyong barongan.
Ervan kemudian mengecek rekaman CCTV milik pedagang yang berada di sebelah stan. Dalam rekaman tersebut terlihat seseorang masuk ke area lapaknya.
“Setelah menyadari ada barang yang hilang, saya langsung melihat rekaman CCTV tetangga stan. Dari situ terlihat jelas ada orang yang menerobos masuk,” jelas Ervan.
Dari rekaman CCTV tersebut, Ervan mengenali pelaku yang masih berusia anak-anak. Ia juga mengetahui kondisi khusus yang dimiliki anak tersebut.
Ervan menyayangkan tindakan pengambilan barang tanpa izin. Namun, setelah berkoordinasi dengan keluarga, ia memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Sebagian barang yang hilang juga telah kembali. Salah satunya satu set celana barongan warna hijau. Sementara satu aksesori kostum jaranan masih berada di tangan pelaku.
Selain stan jaranan, pelaku juga masuk ke stan photo booth milik Brian Prisly yang berada tepat di sebelahnya.
Brian menemukan kondisi stan berantakan saat hendak membuka usahanya pada sore hari. Sejumlah sampel cetakan foto terlihat berserakan di lantai.
Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV. Rekaman tersebut menunjukkan orang yang sama masuk ke area stan photo booth.
“Identitas pelakunya sudah ketahuan dari rekaman CCTV, Mas,” kata Brian.
Brian tidak kehilangan barang berharga akibat kejadian tersebut. Pelaku hanya merusak beberapa lembar kertas foto sampel menggunakan gunting.
“Yang dirusak itu cuma kertas foto sampel pajangan, bukan foto pesanan konsumen,” perjelas Brian.
Kejadian tersebut menjadi perhatian bagi pelaku UMKM dan pedagang di kawasan Alun-Alun Trenggalek. Mereka perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keamanan stan selama pelaksanaan FJTT 2026 berlangsung.











