SUARA TRENGGALEK – Jajaran Polres Trenggalek menggelar aksi sosial berupa penyaluran bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Selasa (22/9/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya sembari memimpin patroli pemantauan wilayah menggunakan sepeda motor.
Didampingi sejumlah pejabat utama (PJU), rombongan kapolres melintasi rute lingkar Gunung Wilis hingga memasuki kawasan pesisir Watulimo guna memantau kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Salurkan Ribuan Liter Air Bersih
Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari program inovasi Polres Trenggalek untuk membantu warga terdampak musim kemarau.
”Polres Trenggalek memiliki satu program unggulan yang dinamai Patroli Gentong. Kesempatan ini kita manfaatkan untuk mendistribusikan 4.000 liter air kepada warga yang terdampak kekeringan di Watulimo. Sebelumnya kita juga salurkan 5.200 liter di Desa Srabah, Kecamatan Bendungan,” ujar Rizky.
Langkah ini diambil untuk merespons kondisi sungai dan sumur warga yang kian mengering, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air baku harian.
Fenomena El Nino Picu Krisis Air Bersih
Rizky mengungkapkan, fenomena El Nino dan kemarau panjang yang melanda kawasan Trenggalek membawa dampak yang sangat signifikan bagi aktivitas harian warga.
Cuaca ekstrem tersebut tidak hanya memicu krisis air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius serta sinergi lintas sektoral agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
”Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, bagaimana jajaran kepolisian bersama stakeholder terkait lainnya andil membantu masyarakat untuk bisa mencukupi kebutuhan air baku sehari-hari,” tuturnya.
Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Mata Air
Selain mendistribusikan air, Polres Trenggalek juga mengusung konsep ecology policing untuk membangun kesadaran kolektif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya air.
Rizky mengimbau masyarakat untuk aktif merawat area sekitar sumber mata air agar debit air tetap stabil dan mampu menjadi penopang utama saat musim kemarau melanda.
”Melalui ecology policing, kami berupaya mengajak, mendorong, dan memotivasi masyarakat secara mandiri tergerak untuk bersama-sama menyelamatkan sumber atau mata air yang ada. Semoga air yang kita salurkan bermanfaat bagi masyarakat dan sumber mata air yang ada bisa tetap terjaga,” pungkasnya.











