Inti Berita:
Nilai bagi hasil platform e-purchasing MBizmarket ke kas Pemkab Trenggalek pada Semester I 2026 turun menjadi Rp 21,66 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 24,7 juta.
Direktur PT JET, Mardianto Harahap, menjelaskan bahwa penyesuaian belanja daerah serta penurunan volume transaksi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi pemicu utama penurunan tersebut.
Realisasi tersebut jauh dari target Semester I 2026 yang dipasang PT JET sebesar Rp 41 juta, dengan asumsi pertumbuhan transaksi 5 hingga 10 persen.
SUARA TRENGGALEK – Pengurangan transfer pusat ke daerah hingga efisiensi belanja daerah berdampak pada penurunan nilai bagi hasil atau disebut platform fee dari platform e-purchasing MBizmarket yang masuk ke kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) Perseroda.
Saat ditemui awak media, Direktur PT JET, Mardianto Harahap menyampaikan bahwa pada Semester I tahun 2026 nilai bagi hasil yang difasilitasi perusahaan mencapai Rp 21,66 juta.
Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama yakni pada semester I tahun 2025 yang mencapai Rp 24,7 juta dari total transaksi e-purchasing Rp 4,7 miliar.
“Pada semester I tahun 2026 ini, kami memfasilitasi penerimaan transfer bagi hasil sekitar Rp 21,66 juta,” ujar Mardianto, Rabu (23/9/2026).
Mardianto juga menegaskan, dana bagi hasil tersebut merupakan pendapatan daerah Pemkab Trenggalek, bukan milik PT JET.
Sebagai BUMD, PT JET hanya menjalankan peran sebagai perantara penyaluran bagi hasil MBizmarket ke kas daerah.
Nilai bagi hasil tersebut mengikuti volume transaksi belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui platform MBizmarket. Penurunan transaksi belanja daerah kemudian turut menekan nilai bagi hasil pada Semester I 2026.
Kondisi tersebut membuat realisasi berada di bawah target awal PT JET. Perusahaan sebelumnya menargetkan pertumbuhan transaksi sebesar 5 hingga 10 persen.
PT JET menargetkan bagi hasil pada Semester I 2026 mencapai Rp 41 juta. Sebagai pembanding, total bagi hasil sepanjang tahun anggaran 2025 mencapai sekitar Rp 123 juta.
“Kami menargetkan kenaikan 5 sampai 10 persen dengan harapan transfer semester pertama ini bisa mencapai Rp 41 juta. Namun, penyesuaian belanja daerah akibat penghematan berdampak pada realisasi tersebut,” beber Mardianto.
Saat ini PT JET masih menelusuri penyebab penurunan volume transaksi. Perusahaan melihat kemungkinan penurunan terjadi akibat pemangkasan anggaran atau pergeseran penggunaan platform e-katalog oleh OPD.
“Kami akan mencermati lebih lanjut, apakah efisiensi ini terjadi karena Pemkab mengurangi belanja atau karena OPD beralih menggunakan platform lain,” tambahnya.
Mardianto mengatakan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Trenggalek sudah mengenal dan memanfaatkan layanan MBizmarket. Namun, setiap OPD tetap memiliki pertimbangan dalam memilih penyedia barang dan jasa.
Sejumlah platform pesaing menawarkan fasilitas tambahan, termasuk bebas biaya pengiriman atau gratis ongkir.
“Sebagian OPD mungkin mempertimbangkan keunggulan platform lain yang menawarkan promo misal platform gratis ongkir,” kata Mardianto.
Di sisi lain, MBizmarket menawarkan skema pembagian keuntungan atau profit sharing kepada daerah.
Skema tersebut mengembalikan sebagian keuntungan dari transaksi pengadaan barang dan jasa kepada Pemkab Trenggalek sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Keunggulan MBizmarket terletak pada komitmen mereka membagi keuntungan transaksi untuk menjadi pendapatan resmi daerah,” terangnya.
Mardianto mengatakan capaian akhir tahun akan mengikuti realisasi sisa anggaran belanja daerah.
“Konsistensi OPD dalam menggunakan platform MBizmarket juga turut memengaruhi nilai transaksi dan bagi hasil yang masuk ke pendapatan daerah,” pungkasnya.











