Inti Berita:
• Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo tiba di rumah duka di Dusun Jatirejo, Gandusari, Trenggalek pada Sabtu (7/11/2026) setelah gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat misi pemadaman karhutla di Seruyan, Kalimantan Tengah.
• Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin penghormatan terakhir dan mengonfirmasi pemakaman secara militer di TMP Karangsoko, serta menjamin hak keluarga almarhum berupa santunan Asabri, beasiswa anak, dan bantuan rumah.
SUARA TRENGGALEK – Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo tiba di rumah duka, Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (7/11/2026).
Kepulangan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) tersebut menjadi perpisahan terakhir bagi keluarga. Heri gugur saat menjalankan tugas dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Rini Setiani, dan seorang anak perempuan bernama Freya Kirania Dhaneswari.
Heri merupakan satu dari tiga prajurit TNI AD yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada 4 November 2026.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat itu, helikopter mengangkut delapan kru yang tengah menjalankan tugas penanganan karhutla.

“Dari delapan orang di dalam helikopter, lima di antaranya berhasil selamat, sedangkan tiga prajurit gugur. Selain Sertu Heri, dua korban lainnya yakni Letkol CPN Anumerta Dudi dan Kapten CPN Anumerta Hafiz,” terangnya.
Proses pencarian korban berlangsung di tengah tantangan medan yang cukup berat. Dua jenazah berhasil ditemukan pada hari pertama kejadian, sedangkan Sertu Heri baru ditemukan keesokan harinya, sekitar pukul 08.30 WIB.
“Saat ditemukan, almarhum masih mengenakan sabuk pengaman di dalam helikopter,” tambahnya.
Selama kurang lebih tiga bulan menjalankan misi karhutla, helikopter tersebut telah melaksanakan sekitar 636 sorti penerbangan dengan mengangkut sekitar 1,6 juta liter air untuk pemadaman. Dalam penanganan karhutla, TNI AD juga mengerahkan 18.989 personel.
Tandyo menyampaikan, pemerintah bersama TNI AD memberikan perhatian kepada keluarga prajurit yang gugur. Bentuk perhatian tersebut meliputi bantuan Asabri, jaminan beasiswa pendidikan bagi anak, hingga pemberian rumah.
”Pemerintah bersama TNI AD memberikan perhatian kepada keluarga prajurit yang gugur, mulai dari bantuan Asabri, jaminan beasiswa pendidikan bagi anak, hingga pemberian rumah,” ucapnya.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Sertu Heri dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kelurahan Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada negara.











