PERISTIWA

Didanai DAK, Pemkab Trenggalek Perbaiki 2 Ruas Jalan Rusak dan Jembatan di Pule

×

Didanai DAK, Pemkab Trenggalek Perbaiki 2 Ruas Jalan Rusak dan Jembatan di Pule

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Perbaikan ruas jalan Desa Pandean - Malasan yang didanai dari DAK 2026.
Inti Berita:
• Pemkab Trenggalek melalui Dinas PUPR mengerjakan tiga paket infrastruktur dari DAK 2026.
• Dengan progres ruas Pandean-Malasan hampir 50 persen, Tekol-Malasan di bawah 10 persen, dan pembangunan jembatan di Pule sekitar 5 persen.

SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026.

Tahun ini terdapat tiga paket pekerjaan yang meliputi penanganan dua ruas jalan dan pembangunan jembatan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, mengatakan tiga paket pekerjaan tersebut terdiri dari penanganan ruas Pandean-Malasan, Tekol-Malasan, serta pembangunan Jembatan Bangunsari Pule.

Anjang mengatakan pekerjaan penanganan ruas Pandean-Malasan saat ini telah mencapai progres hampir 50 persen.

“Jadi, saat ini memang masa pelaksanaan ini kontraknya nilainya 6,8 M. Jadi, saat ini progres mendekati hampir 50%,” kata Anjang, Jumat (28/8/2026).

Pekerjaan ruas Pandean-Malasan memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp 6,8 miliar.

Pekerjaan tersebut berkontrak pada 27 Juli 2026 dan direncanakan berakhir pada 23 November 2026 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Menurut Anjang, pelaksanaan pekerjaan mengalami percepatan karena kondisi cuaca dan ketersediaan material mendukung.

“Jadi, memang ada percepatan karena secara pelaksanaan ya cuaca mendukung dan material dan sebagainya bisa suport penuh. Jadi, harapannya nanti ya nanti bisa diselesaikan lebih cepat dari yang kita rencanakan,” ujarnya.

Sementara itu, pekerjaan penanganan ruas Tekol-Malasan memiliki panjang sekitar 2,7 kilometer dengan nilai kontrak Rp3,9 miliar.

Pekerjaan tersebut memiliki masa pelaksanaan 120 hari kalender, mulai 21 Juli hingga 23 November 2026.

Untuk progresnya, Anjang mengatakan pekerjaan tersebut masih berada di bawah 10 persen.

“Jadi kalau progres sendiri memang untuk yang di Tekol-Malasan masih ya belum 10 persen sekitar jadi angka itu. Ya, harapannya secara pelaksanaan ya ini masih sesuai dengan yang kita rencanakan,” jelasnya.

Selain dua ruas jalan, Anjang menerangkan terdapat proyek DAK 2026 juga digunakan untuk pembangunan jembatan di wilayah Pule.

Jembatan tersebut disebut Jembatan Kembangsore di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, yang menjadi penghubung Dusun Bangunsari menuju perempatan Pule.

“Nilai kontrak pembangunan jembatan tersebut sekitar Rp 5,577 miliar dengan masa pelaksanaan 140 hari, terhitung mulai 24 Juli hingga 13 Desember 2026.

Anjang mengatakan pekerjaan jembatan membutuhkan waktu lebih panjang karena saat ini pelaksanaan difokuskan pada pekerjaan bagian bawah, termasuk pondasi.

“Kalau jembatan memang secara pelaksanaan butuh waktu yang lebih. Kemarin kita berkontrak itu di tanggal 24 Juli. Terus direncanakan nanti bisa diselesaikan di 13 Desember,” katanya.

Untuk progres pembangunan jembatan, pekerjaan saat ini berada di kisaran 5 persen.

“Kalau progres mungkin karena secara pelaksanaan ini kan kita fokus di pekerjaan bawah, untuk pondasi yang mungkin di kisaran mendekati 5 persen mungkin ya,” ujarnya.

Sedangkan terkait kondisi ruas jalan Pandean-Malasan, Anjang mengatakan sebelumnya jalan tersebut mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat.

Menurutnya, melalui penganggaran DAK 2026, penanganan ruas tersebut dapat dilakukan secara total.

“Alhamdulillah ini bisa dilaksanakan penanganan secara total. Artinya mulai batas Tulungagung sampai nanti di jembatan Merah Malasan-Pandean,” ungkapnya.

Ruas Pandean-Malasan juga menjadi salah satu akses alternatif bagi pengguna jalan, terutama ketika terjadi peningkatan arus lalu lintas pada momen tertentu.

“Ini ruas ini kan memang istilahnya ya mungkin bisa dikatakan ketika jembatan Gondang kemarin dan ada Kupatan ini sebagai alternatif pengguna jalan,” katanya.

Ia menyebut kondisi lalu lintas di jalur tersebut cukup padat ketika momentum tertentu, termasuk saat perayaan Kupatan.

“Tentunya ketika hari raya itu ketika apa Kupatan itu luar biasa di ini juga penuh dengan lalu lintas,” ujarnya.

Dengan adanya perbaikan jalan tersebut, Anjang berharap kondisi infrastruktur yang lebih baik dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Ya, tentunya dengan diperbaiki ini berdampak positif,” pungkasnya.

Keseluruhan tiga paket pekerjaan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026.