PERISTIWA

Emil Dardak Siap Menyulap Pesisir Trenggalek Jadi Pusat Ekonomi Baru, JLS Digelontor Rp 19 Miliar

×

Emil Dardak Siap Menyulap Pesisir Trenggalek Jadi Pusat Ekonomi Baru, JLS Digelontor Rp 19 Miliar

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menyampaikan strategi pengembangan ekonomi pesisir selatan.
Inti Berita:
• Pemprov Jawa Timur mendorong pengembangan kawasan pesisir selatan Trenggalek dengan dukungan anggaran sekitar Rp18–19 miliar untuk penyiapan lahan.
• Tujuannya agar konektivitas wilayah selatan semakin terhubung dan potensi ekonominya meningkat.

SUARA TRENGGALEK – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong terus pengembangan kawasan pesisir selatan Trenggalek agar potensi ekonomi masyarakat dapat semakin berkembang.

Hal tersebut disampaikan Emil Dardak saat menghadiri rangkaian Hari Jadi ke-832 Trenggalek bersama istri Arumi Bachsin yang turut didampingi Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Menurutnya, pembangunan di Trenggalek perlu terus ditingkatkan agar generasi muda memiliki peluang berkiprah lebih luas tanpa harus merantau jauh.

“Ya, tentu kita turut berbahagia di hari jadi Trenggalek yang ke 832. Tentu dengan adanya perkembangan-perkembangan hari ini, peluang generasi muda di Trenggalek untuk bisa berkiprah lebih luas, bisa dicapai tanpa harus merantau jauh. Itulah sebabnya yang kita coba tingkatkan adalah pembangunan di Trenggalek,” kata Emil.

Ia mengatakan pengembangan fasilitas tidak hanya perlu dilakukan di wilayah ibu kota Trenggalek, tetapi juga di kawasan yang memiliki potensi, termasuk pesisir.

“Fasilitas-fasilitas di Trenggalek dan bukan hanya di ibukota Trenggalek, tapi justru kan yang punya potensi di pesisir,” ujarnya.

Menurut Emil, pengembangan kawasan pesisir selatan menjadi bagian dari semangat pembangunan di Jawa Timur.

“Nah, ini yang kemudian menjadi semangat kita bersama. Di Jawa Timur pun kita ingin kawasan pesisir selatan berkembang,” katanya.

Ia menyebut jarak pusat pemerintahan Trenggalek dengan kawasan pesisir masih sekitar 40 kilometer.

Karena itu, pembangunan jalur lintas selatan (Pansela) dan sarana pendukung di kawasan pesisir dinilai penting untuk mendorong aktivitas masyarakat.

“Kalau Trenggalek, Pendopo ini kan jaraknya masih 40 kilo ya ke pesisir. Nah, kita berharap di pesisir ini kita bisa wujudkan pansela, wujudkan pengembangan-pengembangan sarana untuk masyarakat kita bisa berkegiatan lebih produktif dan ujung-ujungnya sehat,” jelas Emil.

Siapkan Anggaran Rp18-19 Miliar

Emil mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 18 miliar hingga Rp 19 miliar untuk membantu penyiapan lahan agar konektivitas jalur di kawasan pesisir selatan semakin terhubung.

“Ya, kita sekitar 18 hingga 19 miliar ini untuk membantu penyiapan lahan supaya bisa tersambung dari Pacitan kan sudah sampai ke Panggul,” ungkapnya.

Menurutnya, jalur dari Panggul menuju Prigi kini telah tersambung hingga Popoh dan bahkan sampai Malang.

“Dari Panggul sampai ke Prigi sekarang sudah tersambung sampai ke Popoh bahkan sampai ke Malang,” ujarnya.

Emil berharap kawasan pesisir selatan mulai dari Yogyakarta, Prigi, Blitar hingga Malang dapat terhubung.

“Nah, ini harapan kita pesisir selatan nantinya dari Jogja Prigi Blitar Malang itu terhubung,” katanya.

Konektivitas tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang tinggal di kawasan selatan untuk saling terhubung.

“Sehingga masa masyarakat yang tinggal di wilayah Selatan bisa saling terkoneksi satu sama lain,” tuturnya.

Emil mengibaratkan konektivitas tersebut seperti lidi yang akan lebih kuat ketika disatukan.

“Ibaratnya lidi kan, kalau lidi itu dipisah sendiri-sendiri gampang dipatahkan. Tapi kalau diikat dia kuat,” ujarnya.

Menurutnya, keterhubungan antarkawasan di pesisir selatan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat.

“Nah, ini kalau Selatan saling bersambung, insyaallah potensi ekonomi di Selatan juga akan lebih meningkat,” pungkasnya.

Penulis: RUDI YUNI Editor: JAOHAR