PERISTIWA

Wagub Jatim dan Bupati Trenggalek Sambut Positif Hasil Muktamar ke-35 NU, Ucapkan Selamat untuk Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

×

Wagub Jatim dan Bupati Trenggalek Sambut Positif Hasil Muktamar ke-35 NU, Ucapkan Selamat untuk Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Bupati Trenggalek bersama Wakil Gubernur Jawa Timur saat memotong tumpeng peringati Hari Jadi ke-832.
Inti Berita:
• Emil Dardak dan Mochamad Nur Arifin menyambut hasil Muktamar ke-35 NU serta berharap kepemimpinan baru PBNU membawa keberkahan dan mendorong warga NU tetap guyub dalam membangun umat.

SUARA TRENGGALEK – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyambut hasil Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.

Muktamar ke-35 NU menetapkan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Emil menyampaikan ucapan selamat kepada kedua tokoh tersebut. Ia berharap kepemimpinan baru PBNU dapat membawa keberkahan sekaligus memperkuat kontribusi NU bagi umat, bangsa, dan negara.

“Selamat kepada KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam dan juga KH Abdul Hakim Mahfudz atau dipanggil Kiai atau Gus Kikin, selamat menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), semoga tentunya membawa keberkahan, kesuksesan dalam berupaya memajukan kemaslahatan umat, bangsa dan negara,” kata Emil.

Menurut Emil, KH Miftahul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz merupakan kader Jawa Timur yang memiliki karakter nasionalis.

“Beliau berdua memang kader Jawa Timur, juga beliau berdua nasionalis dan tokoh ulama yang memiliki jiwa nasionalis yang tinggi,” ujarnya.

Bupati Trenggalek Ajak Warga NU Guyub

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menilai warga NU patut berbahagia setelah selesainya proses Muktamar ke-35 NU.

Ia mengatakan tradisi moderasi beragama dan musyawarah menjadi bagian penting dalam kehidupan NU.

Karena keputusan telah ditetapkan melalui ahwa, warga NU diharapkan menerima hasil tersebut dan mempercayakan keputusan kepada para kiai sepuh.

“Seyogyanya warga NU berbahagia, kami selalu mengedepankan moderasi beragama, musyawarah. Ketika sudah diputuskan, putusannya di ahwa, kami warga NU sudah pasrah kepada kiai sepuh, dan kami percaya kiai sepuh yang kami takdzimi bersama, bagaimanapun hasilnya itu hasil terbaik,” kata Arifin.

Arifin menyambut baik hasil Muktamar ke-35 NU. Ia berharap dinamika yang terjadi selama proses muktamar dapat berakhir dengan semangat kebersamaan untuk membangun umat.

“Jadi saya menyambut baik semuanya, dan harapannya dinamika yang terjadi di Muktamar ke-35 NU, kami sebagai orang yang awam, penderek NU yang goblok, yang bodoh, ya berharap semoga semuanya bisa guyub rukun membangun umat bersama-sama dengan wadah Nahdlatul Ulama (NU),” ujarnya.