Inti Berita:
• ULP Kabupaten Trenggalek mencatat peningkatan signifikan pelaksanaan tender pada 2026 dengan sembilan paket yang telah selesai dan proyeksi sekitar 20 paket hingga akhir tahun.
• Sejumlah proyek strategis meliputi rehabilitasi gedung, SPAM, jembatan, drainase, pedestrian, hingga penataan kawasan wisata.
• Pembangunan drainase melalui dana pinjaman juga menjadi salah satu upaya awal pemerintah daerah untuk mengurangi genangan dan banjir di kawasan perkotaan.
SUARA TRENGGALEK – Pelaksanaan tender proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Trenggalek sepanjang 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Hingga pertengahan tahun, Unit Layanan Pengadaan (ULP) telah menyelesaikan sembilan paket tender dan diproyeksikan menangani sekitar 20 paket hingga akhir tahun.
Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Trenggalek, Suprihadi menerangkan jumlah paket tender pada 2026 meningkat tiga kali lipat dibandingkan 2025.
“Untuk pelaksanaan tender di tahun 2026 ini mengalami peningkatan. Yang sudah kita laksanakan sampai saat ini ada sembilan paket. Dibandingkan tahun 2025 hanya tiga paket,” ujar Suprihadi.
Dari sembilan paket tersebut, disampaikannya satu merupakan paket jasa konsultansi dan delapan lainnya merupakan pekerjaan konstruksi.
Selain itu, ULP kembali menerima pelimpahan satu paket pembangunan jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Dalam waktu dekat, ULP juga masih menunggu pelimpahan enam paket dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (PKPHub) setelah perencanaan teknis selesai.
“Kemudian nanti ditambah lagi yang rencana dari Dinas PKPHub enam paket, ini masih menunggu perencanaan teknis, mungkin akan segera dilaksanakan tender,” katanya.
Diproyeksikan Tangani Sekitar 20 Paket
Suprihadi juga menjelaskan, jumlah paket tender tahun ini diperkirakan terus bertambah, termasuk paket yang dibiayai melalui dana pinjaman daerah.
“Total itu sekitar 17 sampai mungkin nanti dengan dana pinjaman yang akan dilaksanakan di awal tahun 2027, tendernya direncanakan di akhir tahun. Jadi mungkin sekitar 20-an paket tender,” jelasnya.
Proyek Gedung, SPAM hingga Jembatan
Sejumlah proyek bernilai besar yang masuk dalam proses tender antara lain rehabilitasi gedung Kecamatan Gandusari, dua paket pembangunan gedung di RSUD, serta tiga proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dijelaskan Suprihadi, ketiga proyek SPAM tersebut berada di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, dan Desa Sawahan, Kecamatan Panggul.
Selain itu, terdapat pembangunan Jembatan Kembang Sore di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, pembangunan Jalan Usaha Tani dari Dinas Pertanian, serta satu paket pembangunan jembatan di Kecamatan Munjungan.
“ULP juga akan menerima pelimpahan lima paket pembangunan drainase dari Dinas PKPHub dan satu paket pembangunan pedestrian serta jogging track sebagai bagian dari program Kota Atraktif,” ungkapnya.
Dana Pinjaman Difokuskan untuk Drainase dan Wisata
Suprihadi mengungkapkan, proyek yang dibiayai melalui dana pinjaman diperkirakan mencapai 10 hingga 11 paket.
“Dana pinjaman yang akan ditender itu dari Dinas PKPHub sekitar enam paket, kemudian dari Dinas Pariwisata empat atau lima paket. Sekitar 10 atau 11 paket,” ujarnya.
Untuk program Kota Atraktif, dana pinjaman akan digunakan membangun lima paket drainase yang tersebar di empat kelurahan di Kecamatan Trenggalek, serta satu paket pedestrian dan jogging track di kawasan Alun-alun, Huko, hingga Pasar Pon.
Sementara itu, lanjut Suprihadi pada sektor pariwisata akan difokuskan pada penataan kembali sejumlah destinasi wisata, di antaranya Goa Lowo, Karanggongso, Pantai 360 Prigi, serta kawasan hutan wisata.
Drainase Jadi Bagian Penanganan Banjir Kota
Menanggapi pembangunan drainase di kawasan perkotaan, Suprihadi mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu langkah awal pemerintah daerah dalam mengurangi genangan dan banjir, termasuk di kawasan sekitar Bank Jatim.
“Itu mungkin salah satu tujuan kita membuat atau memperbaiki adalah menghindari genangan-genangan atau banjir. Mungkin ini bentuk penanganan kita awal,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan banjir di Trenggalek memerlukan upaya berkelanjutan karena aliran air dari wilayah barat, selatan, dan utara seluruhnya bermuara ke arah timur.
“Penanganan banjir di Trenggalek perlu identifikasi terhadap permasalahan-permasalahan secara berkelanjutan,” pungkasnya.











