PERISTIWA

Siap-siap, Toko Online dan Konten Kreator di Trenggalek Masuk Data Sensus Ekonomi 2026

×

Siap-siap, Toko Online dan Konten Kreator di Trenggalek Masuk Data Sensus Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala BPS Kabupaten Trenggalek, Abu Amar saat menyampaikan jangkauan sensus ekonomi di Trenggalek.
Inti Berita:
• Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Trenggalek akan menjangkau lebih banyak pelaku usaha, termasuk sektor ekonomi digital seperti online shop, digital marketer, youtuber, hingga konten kreator.
• BPS menegaskan pendataan ini bukan untuk kepentingan pajak, melainkan sebagai upaya memotret kondisi ekonomi daerah secara utuh agar menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang.

SUARA TRENGGALEK – Pelaku usaha digital di Kabupaten Trenggalek seperti pemilik online shop, digital marketer, youtuber hingga konten kreator akan menjadi bagian dari sasaran Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Langkah ini dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memotret perkembangan ekonomi daerah secara lebih menyeluruh, seiring pesatnya pertumbuhan usaha berbasis digital dalam beberapa tahun terakhir.

Tak hanya usaha konvensional seperti toko, warung, industri, maupun jasa, sensus kali ini juga akan mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di era digital.

Sensus Ekonomi Digelar Setiap 10 Tahun

Kepala BPS Kabupaten Trenggalek, Abu Amar, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap satu dekade sekali sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“BPS secara undang-undang ditugaskan melaksanakan tiga sensus, yaitu sensus ekonomi setiap tahun berakhiran enam, sensus penduduk setiap tahun berakhiran nol, dan sensus pertanian setiap tahun berakhiran tiga,” ujarnya.

Cakupan Pendataan Lebih Lengkap

Menurut Abu Amar, cakupan Sensus Ekonomi 2026 jauh lebih luas dibanding pelaksanaan sebelumnya. Selain mendata keberadaan pelaku usaha, petugas juga akan mengumpulkan berbagai informasi mengenai aktivitas ekonomi yang dijalankan.

Data yang dihimpun meliputi jenis usaha, nilai produksi, biaya produksi, pendapatan, aset hingga omzet. Seluruh data tersebut nantinya akan diolah untuk menggambarkan kondisi perekonomian Kabupaten Trenggalek secara komprehensif.

“Untuk sensus ekonomi kali ini memang lebih lengkap cakupannya. Semua kegiatan usaha akan dicakup dan poin yang ditanyakan di antaranya usaha seperti apa, produksi, biaya produksi, pendapatan, aset, dan omzet. Semua akan didata dan hasil akhirnya akan menunjukkan geliat ekonomi di Trenggalek,” jelasnya.

Pelaku Ekonomi Digital Jadi Sasaran Pendataan

Perkembangan teknologi yang mengubah pola usaha masyarakat menjadi salah satu alasan BPS memperluas objek pendataan pada Sensus Ekonomi 2026.

Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada sektor perdagangan, industri, maupun konstruksi, kini berbagai profesi di sektor ekonomi digital juga akan didata.

“Kalau dulu masih konvensional, seperti perdagangan dan konstruksi. Saat ini juga menyasar ekonomi digital, misalnya online shop, marketing digital, youtuber, itu akan kami jaring,” katanya.

Dengan demikian, pelaku usaha yang memperoleh penghasilan melalui platform digital juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam sensus tersebut.

BPS Tegaskan Tidak Berkaitan dengan Pajak

Abu Amar turut mengimbau masyarakat agar tidak khawatir saat didatangi petugas sensus. Ia menegaskan bahwa seluruh informasi yang dikumpulkan tidak digunakan sebagai dasar penarikan pajak.

Karena itu, masyarakat diminta memberikan jawaban yang jujur sesuai kondisi usaha yang dijalankan.

“Saya berharap masyarakat tidak khawatir karena ini tidak ada berkaitan dengan pajak, dan jawaban yang disampaikan ke petugas yang sebenar-benarnya,” tegasnya.

Menurut BPS, seluruh data yang diperoleh akan diolah dalam bentuk agregat sehingga tidak menampilkan identitas maupun informasi usaha milik perorangan.

Hasil sensus nantinya menjadi dasar dalam memetakan potensi ekonomi setiap wilayah sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.