Inti Berita:
• Pertamina memastikan stok Biosolar dan Pertalite di Kabupaten Trenggalek aman hingga Mei 2026.
• Realisasi Biosolar baru mencapai 9.400 KL dari kuota tahunan 22.069 KL.
• Realisasi Pertalite tercatat 15.400 KL dari kuota 38.024 KL.
SUARA TRENGGALEK – Memasuki pertengahan tahun 2026, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Trenggalek dipastikan dalam kondisi aman.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyebut realisasi penyaluran Biosolar maupun Pertalite masih berada di bawah 50 persen dari kuota tahunan yang telah ditetapkan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan hingga Mei 2026 tidak terdapat kendala pasokan maupun indikasi kelangkaan BBM subsidi di wilayah Trenggalek.
“Biosolar kuota yang telah ditentukan sebanyak 22.069 kiloliter dengan realisasi 9.400 kiloliter,” ujar Ahad Rahedi saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, pasokan BBM subsidi untuk wilayah Kediri Raya yang disuplai dari Fuel Terminal Madiun masih dalam kondisi terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Ketersediaan pasokan BBM bersubsidi di wilayah Kediri Raya yang disuplai dari Fuel Terminal Madiun dalam kondisi terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Realisasi Pertalite Masih di Bawah Separuh Kuota
Selain Biosolar, Pertamina juga mencatat realisasi penyaluran Pertalite di Kabupaten Trenggalek masih jauh dari batas kuota yang tersedia.
Dari total kuota tahunan sebesar 38.024 kiloliter, hingga akhir Mei 2026 realisasi penyaluran baru mencapai 15.400 kiloliter.
“Untuk Pertalite kuota 38.024 kiloliter dan realisasi sebanyak 15.400 kiloliter,” kata Rahedi.
Ia menegaskan angka tersebut masih tergolong aman karena kuota yang diberikan berlaku untuk kebutuhan selama satu tahun penuh.
“Iya betul, itu kuota yang diberikan dalam jangka satu tahun,” tambahnya.
Tidak Ada Antrean Panjang di SPBU
Pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Trenggalek juga menunjukkan kondisi yang relatif normal. Tidak terlihat antrean panjang kendaraan baik pengguna Pertalite maupun Biosolar.
Kondisi tersebut terlihat di antaranya di SPBU Pertamina 54.663.08 Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, serta SPBU Pertamina 54.663.01 Desa Pandean, Kecamatan Durenan.
Aktivitas pengisian BBM berlangsung lancar tanpa penumpukan kendaraan. Truk dan pikap yang mengantre Biosolar juga terpantau tidak terlalu ramai.
Selain dukungan stok yang mencukupi, kelancaran pelayanan di SPBU turut ditunjang oleh banyaknya jalur pengisian yang tersedia sehingga mempercepat proses transaksi bagi konsumen.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Trenggalek diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM subsidi karena stok dan distribusi hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.











