Inti Berita:
• KONI Trenggalek resmi dilantik untuk periode 2026–2028
• Pengurus gabungan lama dan baru untuk penguatan organisasi
• Terapkan sistem kategori cabor: unggulan, prestasi dan harapan
• Anggaran Rp 1 miliar, fokus pembinaan dan pemusatan latihan
SUARA TRENGGALEK – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek beserta formasi pengurus baru masa bakti 2026-2028 resmi dilantik dan dikukuhkan, Kamis (23/4/2026).
Pelantikan dan pengukuhan Ketua Koni hasil tindak lanjut Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) dilakukan langsung oleh Ketum KONI Jatim Mochamad Nabil, bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Pengisian jabatan ini dilakukan untuk melanjutkan sisa masa kepengurusan setelah ketua sebelumnya, Nurhadi, mengundurkan diri pada 1 Agustus 2025. Musorkablub sendiri telah dilaksanakan pada 31 Januari 2026.
Saat dikonfirmasi awak media, Ketua KONI Trenggalek yang baru, Doding Rahmadi menyampaikan bahwa kepengurusan saat ini merupakan kombinasi antara pengurus lama dan wajah baru untuk memperkuat organisasi.
“Pengurus pergantian antar waktu (PAW) ini untuk melanjutkan masa bakti sebelumnya. Sebagian masih pengurus lama, dan kami tambahkan beberapa orang baru untuk penguatan,” ujarnya.
Doding menegaskan, dalam mengemban tugas sebagai ketua pihaknya akan fokus meningkatkan prestasi olahraga di Trenggalek dengan melibatkan 35 cabang olahraga (cabor) yang ada.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah pengelompokan cabor berdasarkan capaian prestasi, yakni cabor unggulan, cabor prestasi, dan cabor harapan.
“Cabor unggulan itu yang sudah meraih medali di Porprov, cabor prestasi yang sudah punya capaian di kejurprov dan cabor harapan adalah cabang baru yang kita bina,” jelasnya.
Menurutnya, pengelompokan cabor ini juga akan berpengaruh terhadap alokasi anggaran pembinaan.
“Anggaran berbanding lurus. Cabor unggulan akan mendapat porsi lebih besar, sementara cabor prestasi dan harapan menyesuaikan. Kalau prestasinya naik, otomatis anggarannya juga naik,” tambahnya.

Selain pembinaan, Doding juga mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Persiapan dilakukan lebih awal dengan sistem pemusatan latihan jangka panjang.
“Kalau dulu pemusatan latihan hanya dua bulan sebelum Porprov, sekarang kita siapkan satu tahun sebelumnya. Kita mulai seleksi sekitar 20 atlet yang akan dipersiapkan,” ujarnya.
Untuk mendukung program tersebut, Doding mengungkapkan KONI Trenggalek mendapatkan anggaran sekitar Rp 1 miliar pada tahun ini, yang difokuskan untuk pembinaan, pemusatan latihan, dan kebutuhan operasional.
Doding juga menyebut adanya rencana peningkatan bonus bagi atlet berprestasi, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Bonus untuk atlet rencananya akan ditingkatkan. Ini sudah ada pembahasan dengan pemerintah daerah dan tinggal dimasukkan dalam perencanaan anggaran,” katanya.
Terkait fenomena atlet yang berpindah daerah, Doding menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya komunikasi.
“Bukan karena tidak punya loyalitas, tapi kadang belum ada komunikasi apakah mereka masuk tim atau tidak. Dengan pemusatan latihan ini, kita ingin memperjelas itu,” tegasnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, KONI Trenggalek menargetkan peningkatan prestasi sekaligus memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.











