OLAHRAGA

Semester I Belum Genap, PAD Dispora Trenggalek Sudah Tembus 52 Persen

×

Semester I Belum Genap, PAD Dispora Trenggalek Sudah Tembus 52 Persen

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Arief Setiawan.
Inti Berita:
• Trenggalek telah merealisasikan PAD sebesar Rp112 juta atau 52,39 persen dari target Rp215 juta hingga 31 Mei 2026.
• Pendapatan berasal dari tiga aset olahraga daerah, yakni Stadion Menak Sopal, GOR Gajah Putih, dan GOR Jwalita.
• Tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai event menjadi faktor utama peningkatan pendapatan.

SUARA TRENGGALEK – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek mencatat capaian positif dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi pendapatan yang dikelola Dispora telah menembus lebih dari separuh target tahunan yang ditetapkan.

Berdasarkan data per 31 Mei 2026, Dispora Trenggalek berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp112 juta atau 52,39 persen dari target PAD sebesar Rp215 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Trenggalek, Arief Setiyawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa aset olahraga milik pemerintah daerah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan olahraga, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Untuk pendapatan di kami sampai dengan bulan Juni 2026 awal, berarti per 31 Mei 2026 kami sudah mencapai 52,39 persen. Jadi dari target Rp215 juta itu kami sudah mencapai sebelum semester satu ini sekitar Rp112 juta sekian,” ujar Arief, Jumat (12/6/2026).

Menurut Arief, terdapat tiga sumber PAD utama yang dikelola langsung oleh Dispora Trenggalek, yakni Stadion Menak Sopal, GOR Gajah Putih, dan GOR Jwalita.

Maksimalkan Potensi Aset Olahraga

Dispora menerapkan pendekatan baru dalam pengelolaan aset olahraga dengan membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat, komunitas, cabang olahraga, hingga kelompok kepemudaan untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Ada tiga sumber pendapatan asli daerah yang dikelola langsung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga, pertama di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Gelanggang Olahraga Gajah Putih dan GOR Jwalita,” katanya.

Menurutnya, strategi tersebut membuat aset olahraga tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga formal, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.

“Jadi kami maksimalkan dari aset yang kami kelola, mungkin akan berbeda dari sebelumnya, karena pendekatan kami mulai dari cabang olahraga, komunitas pemuda, masyarakat yang ingin mengangkat olahraga menjadi bagian dari kegiatan event, selain tujuan olahraga untuk menjadikan badan sehat,” jelasnya.

Event Jadi Penggerak Pendapatan

Arief menyebut tingginya realisasi PAD tidak lepas dari banyaknya kegiatan dan event yang digelar di fasilitas olahraga milik pemerintah daerah. Berbagai kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan berhasil menarik partisipasi yang cukup besar.

“Peningkatan ini karena ada beberapa event di tiga aset yang kami kelola, dan cukup diminati masyarakat eventnya,” imbuh Arief.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Dispora Trenggalek untuk terus mengembangkan pengelolaan aset olahraga yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Selain mendukung pembinaan atlet serta pengembangan kepemudaan, pengelolaan aset olahraga juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap kas daerah.

Dengan realisasi yang telah melampaui 50 persen sebelum pertengahan tahun, peluang Dispora Trenggalek untuk melampaui target PAD tahun 2026 dinilai semakin terbuka lebar.