ADVETORIAL

Jembatan Garuda di Prigi Resmi Beroperasi, Bupati Trenggalek, Satu Lagi di Desa Tegaren

×

Jembatan Garuda di Prigi Resmi Beroperasi, Bupati Trenggalek, Satu Lagi di Desa Tegaren

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Bupati Trenggalek saat meninjau peresmian operasional jembatan garuda.

SUARA TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI atas pembangunan jembatan gantung di Dusun Gendingan, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo.

Jembatan yang diberi nama Jembatan Garuda itu menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.

Dengan adanya jembatan tersebut, puluhan anak sekolah di wilayah itu kini tidak perlu lagi menyeberangi sungai saat berangkat ke sekolah.

Selain itu, warga yang mayoritas bekerja sebagai pengepak ikan juga tidak harus memutar jauh melewati jalan makam umum ketika beraktivitas pada malam hari.

Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pembangunan jembatan gantung atau jembatan perintis bantuan Presiden RI melalui Kementerian Pertahanan dan TNI AD.

Program ini bertujuan mempercepat konektivitas antarwilayah di daerah dengan akses terbatas, sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, dan perekonomian masyarakat desa melalui gotong royong antara TNI dan warga.

Dari total 200 Jembatan Garuda yang diresmikan secara nasional pada tahun 2026, Kabupaten Trenggalek mendapatkan dua jembatan. Selain di Desa Prigi, satu jembatan lainnya dibangun di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu.

Dalam peresmian tersebut, Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan TNI atas pembangunan jembatan tersebut.

“Terima kasih Pak Prabowo, Pak Panglima, telah membangun Jembatan Garuda di Trenggalek. Ini termasuk jalur yang cukup vital, terutama untuk akses anak sekolah. Yang penting sepeda motor dan pejalan kaki bisa lewat,” ujar Mas Ipin, Senin (9/3/2026).

Ia menuturkan, sebelum jembatan dibangun, para siswa harus menyeberangi sungai setiap hari untuk menuju sekolah.

“Biasanya anak sekolah menyeberang sungai. Mungkin saat airnya kecil masih aman, tapi saat debit air tinggi tentu berbahaya. Tadi saya tanya anak-anak sekolah, Alhamdulillah semuanya senang. Terima kasih Pak Prabowo,” tambahnya.

Ketua RT 14 RW 3 Dusun Gendingan, Jamal juga menyambut baik pembangunan jembatan gantung tersebut. Ia menyebut kehadiran jembatan sangat membantu aktivitas masyarakat.

“Secara pribadi dan juga mewakili masyarakat sekitar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan jembatan di tempat kami,” kata Jamal.

Menurutnya, sebelum ada jembatan, anak-anak harus menyeberangi sungai karena jika memutar melalui jalur lain jaraknya terlalu jauh. Kini, aktivitas warga termasuk kegiatan ekonomi menjadi lebih mudah.

“Dengan adanya jembatan ini aktivitas masyarakat sangat terbantu. Anak sekolah tidak terkendala lagi, dan masyarakat juga lebih mudah beraktivitas ekonomi, termasuk bekerja melaut,” ujarnya.

Peluncuran 200 Jembatan Garuda di seluruh Indonesia pada tahun 2026 tersebut dilakukan secara serentak dan terhubung melalui Zoom Meeting bersama Presiden RI Prabowo Subianto.