BISNIS

BPR Jwalita Trenggalek Sukses Antarkan 4 PMI ke Luar Negeri Melalui Kredit TKI

×

BPR Jwalita Trenggalek Sukses Antarkan 4 PMI ke Luar Negeri Melalui Kredit TKI

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria.

SUARA TRENGGALEKPT BPR Jwalita Trenggalek membuka skema pembiayaan bagi masyarakat yang akan bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan penyalur tenaga kerja.

Seperti yang telah berjalan, empat warga Trenggalek telah mendapatkan manfaat dari program tersebut melalui PT Intersolusi Indonesia dengan tujuan ke Korea Selatan dan Jepang.

Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria mengatakan kerja sama tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker), serta lembaga penyalur tenaga kerja.

Salah satu mitra yang telah bekerja sama adalah PT Intersolusi Indonesia yang berada di Mojokerto dan ada juga PT dari Tulungagung. Kerja sama tersebut difokuskan pada pembiayaan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan ke luar negeri.

“Kami bekerja sama dengan PT Intersolusi Indonesia di Mojokerto untuk pemberangkatan tenaga migran ke luar negeri, sementara ini ke Korea dan Jepang,” ujar Dwi, Senin (9/3/2026).

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat Trenggalek yang ingin bekerja sekaligus belajar di Korea maupun Jepang dapat memperoleh dukungan pembiayaan dari BPR Jwalita apabila membutuhkan.

Menurut Dwi, bank milik daerah tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) serta perusahaan penyalur tenaga kerja terkait proses pemberangkatan PMI

4 PMI Trenggalek Dapat Pembiayaan

Sejauh ini, jumlah calon PMI yang telah mengajukan pembiayaan melalui kerja sama dengan PT Intersolusi Indonesia masih terbatas.

“Untuk sementara yang bekerja sama dengan LPK PT Intersolusi Indonesia itu ada empat orang, dua berangkat ke Korea dan dua ke Jepang,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak perusahaan penyalur tenaga kerja yang bersedia menjalin kerja sama dengan BPR Jwalita untuk memfasilitasi pembiayaan calon PMI asal Trenggalek.

Saat ini terdapat dua perusahaan yang telah masuk dalam rencana kerja sama, masing-masing berada di Mojokerto dan Tulungagung.

Skema Pembiayaan Khusus BPR Jwalita

Dwi menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dan nota kesepahaman (MoU) agar hak dan kewajiban masing-masing pihak jelas.

Dengan adanya kerja sama resmi, skema pembiayaan yang diberikan kepada calon PMI juga berbeda dengan kredit multiguna biasa.

“Kalau yang di luar kerja sama MoU dengan perusahaan, selama ini kami biayai melalui kredit multiguna dengan penjamin dari keluarga,” ujarnya.

Pembayaran Dimulai Bulan Keempat

Dalam skema pembiayaan PMI, pencairan dana dilakukan setelah calon pekerja dinyatakan lulus berbagai tahapan seleksi, seperti ujian bahasa dan keterampilan, serta telah dipastikan jadwal keberangkatannya.

“Kalau sudah dipastikan lulus dan kapan berangkatnya, baru kita biayai,” kata Dwi.

Untuk sistem pembayaran, cicilan tidak langsung dibayarkan setelah berangkat. Pembayaran baru dimulai pada bulan keempat setelah bekerja di luar negeri.

“Di tiga bulan pertama belum ada pembayaran. Nanti pembayaran dimulai di bulan keempat,” jelasnya.

Tenor Hingga Dua Tahun

Adapun jangka waktu atau tenor pembiayaan rata-rata berkisar antara satu hingga dua tahun, dengan opsi pelunasan lebih cepat apabila debitur mampu membayar lebih awal.

Menurut Dwi, tenor yang cukup panjang dipilih agar para PMI memiliki waktu beradaptasi dengan kondisi kerja dan biaya hidup di negara tujuan.

“Mereka biasanya memilih jangka waktu agak panjang karena masih baru berangkat dan belum tahu biaya hidup atau tempat tinggal di sana seperti apa. Tapi bisa dilunasi sewaktu-waktu,” pungkasnya.