SUARA TRENGGALEK – Petani melon Ubai Mustakhim, warga Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, menghadirkan melon premium dengan tingkat kemanisan di atas rata-rata pasaran.
Memasuki momentum Ramadan, kebun miliknya mulai ramai dikunjungi pelanggan yang ingin mendapatkan buah segar langsung dari pohonnya.
Ubai menanam tiga varietas dalam satu lahan, yakni melon kuning jenis Petra Fani, melon hijau Jeblus atau Hami, serta melon putih Sani.
Menurutnya, masing-masing varietas memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi tekstur maupun rasa.
“Setiap pembeli punya selera berbeda. Ada yang suka hijau, kuning, atau putih. Tidak ada patokan mana yang paling ramai, semuanya punya ciri khas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbedaan ketiga varietas tersebut tidak terlalu mencolok dari sisi rasa, namun tekstur menjadi pembeda utama.
Ada yang lebih renyah (crunchy), ada pula yang lembut dan sedikit kering. Varietas putih bahkan baru pertama kali ia tanam untuk menjawab permintaan pasar.
Ubai menegaskan kualitas menjadi prioritas utama dalam budidaya melon miliknya. Ia menetapkan standar kemanisan minimal 14 persen brix sebelum panen.
Jika belum mencapai angka tersebut, buah dibiarkan matang di pohon selama beberapa hari hingga satu minggu.
“Kalau belum sampai 14 persen, biasanya saya tunda panen. Untuk melon premium ini rata-rata di atas 15 persen. Beda dengan melon pasaran yang biasanya 9 sampai 11 persen,” jelasnya.
Hasil panen dipasarkan ke sejumlah supermarket dengan harga seragam Rp25.000 per kilogram.
Sistem panen dilakukan tiga bulan sekali, dengan pemberitahuan kepada pelanggan sekitar lima hingga sepuluh hari sebelum masa petik.
Salah satu pelanggan setia, Tamara Anisa Zain, mengaku telah berlangganan lebih dari enam bulan.
Ia bersama rekan-rekannya kerap melakukan pemesanan sebelum panen tiba.
“Kami suka beli di sini karena bisa lihat langsung kualitasnya, jadi tidak ragu. Kalau di pasar kadang khawatir ada pemanis tambahan,” katanya.
Menurut Tamara, setiap jenis memiliki cita rasa khas. Varietas hijau terasa lebih renyah dan manis, putih lembut dan manis, sedangkan kuning memiliki rasa mirip melon pada umumnya namun tetap segar.
Selama Ramadan, melon menjadi salah satu pilihan favorit untuk takjil berbuka maupun sajian Lebaran.
Selain menyegarkan, buah ini dinilai ringan dikonsumsi setelah seharian menjalankan ibadah puasa.











