Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek masih menunggu hasil autopsi jenazah DW (33), korban kekerasan yang diduga dilakukan suami sirinya, AW (31), di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
DW meninggal dunia di RSUD dr Soedomo Trenggalek, Minggu (1/3/2026), setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat meminum obat pemberantas rumput jenis Gramoxone.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video viral berdurasi 44 detik yang memperlihatkan aksi penganiayaan oleh AW terhadap DW beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, AW terlihat mengenakan kaos bertuliskan “Samapta” yang identik dengan salah satu satuan di kepolisian.
Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Kami masih menunggu hasil autopsi. Memang ada dugaan yang bersangkutan meminum Gramoxone. Namun untuk menambah keyakinan kami, kami menunggu hasil autopsi dari dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri,” ujar Eko, Senin (2/3/2026).
Dari hasil visum luar, diketahui terdapat luka lebam di area kepala dan lengan korban yang diduga akibat pukulan menggunakan balok kayu dan sandal.
Meski demikian, Eko menegaskan bahwa kasus ini tidak masuk kategori Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena hubungan keduanya masih sebatas nikah siri dan belum tercatat resmi dalam satu Kartu Keluarga (KK).
“Saat ini yang bersangkutan belum kami tahan. Masih kita dalami dengan mencari keterangan dari saksi-saksi yang bersangkutan dengan perkara tersebut,” lanjutnya.
Polisi menyebutkan dugaan penganiayaan terjadi dua kali, pertama di Kecamatan Karangan dan kedua di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule.
Peristiwa yang terekam dalam video viral terjadi di Desa Karanganyar, tidak jauh dari rumah keduanya.
Sementara itu, jenazah DW telah dipulangkan ke Sumatera Selatan setelah proses autopsi selesai dilakukan.
Polisi memastikan penyelidikan masih terus berjalan sambil menunggu hasil resmi autopsi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.











