Inti Berita:
• NPCI Trenggalek meminta dukungan DPRD berupa tambahan anggaran, kendaraan operasional, dan pelatihan pelatih untuk meningkatkan pembinaan atlet disabilitas.
• Permintaan tersebut muncul setelah anggaran NPCI turun dari Rp150 juta menjadi Rp50 juta akibat efisiensi.
• Meski demikian, NPCI tetap mampu menorehkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional dan kini membina 34 atlet dari berbagai cabang olahraga sebagai persiapan menghadapi Keparprov Jawa Timur 2027.
SUARA TRENGGALEK – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Trenggalek menyampaikan sejumlah aspirasi kepada DPRD Trenggalek dalam audiensi yang digelar di Gedung DPRD.
Organisasi olahraga bagi penyandang disabilitas itu meminta dukungan anggaran, fasilitas kendaraan operasional, hingga pelatihan pelatih guna menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk mendengarkan langsung kebutuhan NPCI, terutama dalam menghadapi Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Keparprov) Jawa Timur 2027.
“Hari ini kita kedatangan teman-teman pengurus NPCI Kabupaten Trenggalek. Mereka menyampaikan berbagai kebutuhan organisasi, terutama persiapan menghadapi event tingkat provinsi pada tahun 2027 yang tentu harus dipersiapkan sejak sekarang, baik dari sisi teknis maupun anggarannya,” ujar Doding, Rabu (1/7/2026).
DPRD Siap Carikan Solusi di Tengah Efisiensi
Doding menjelaskan, olahraga di Indonesia berada di bawah tiga organisasi utama, yakni KONI untuk olahraga prestasi, KORMI untuk olahraga rekreasi masyarakat, dan NPCI yang menaungi olahraga penyandang disabilitas.
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran saat ini menjadi tantangan bagi seluruh organisasi olahraga. Meski demikian, DPRD berkomitmen ikut memperjuangkan solusi agar pembinaan atlet disabilitas tetap berjalan.
“Memang di masa efisiensi anggaran seperti sekarang ini tidak mudah. Namun kalau kita berjuang bersama-sama, saya yakin akan ada solusi terbaik,” katanya.
Menanggapi permohonan kendaraan operasional, Doding menyarankan NPCI memanfaatkan kendaraan milik pemerintah daerah apabila tersedia dan tidak sedang digunakan.
“Kalau nanti pemerintah daerah memiliki kendaraan yang tidak dipakai, bisa dipinjamkan sebagaimana organisasi-organisasi lain yang selama ini juga memanfaatkan fasilitas tersebut,” jelasnya.
NPCI Ajukan Tambahan Anggaran
Ketua NPCI Kabupaten Trenggalek, Sugeng Suprayogo, mengatakan audiensi dilakukan untuk menyampaikan kebutuhan organisasi dalam menghadapi sejumlah agenda penting sepanjang 2026, mulai Kejurprov, Keparprov, hingga Peparpeda Jawa Timur.
Ia mengungkapkan terdapat tiga aspirasi utama yang disampaikan kepada DPRD, yakni permohonan kendaraan operasional, pelatihan pelatih (training of trainer), serta penambahan anggaran pembinaan atlet.
“Aspirasi yang kami sampaikan meliputi permohonan kendaraan, pelatihan pelatih, dan penambahan anggaran untuk mendukung kegiatan NPCI Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.
Sugeng mengakui kondisi pembinaan atlet menjadi semakin berat setelah anggaran NPCI mengalami penurunan drastis akibat kebijakan efisiensi.
“Tahun lalu kami menerima anggaran sekitar Rp150 juta, sedangkan tahun ini hanya Rp50 juta. Penurunannya sangat jauh dari harapan kami,” ungkapnya.
Miliki Atlet Berprestasi Tingkat Nasional
Meski dengan keterbatasan anggaran, NPCI Trenggalek tetap mampu mencetak prestasi.
Pada ajang terakhir, atlet Trenggalek berhasil meraih satu medali emas dari cabang boccia, dua medali perak cabang atletik, serta dua medali perunggu dari cabang atletik. Hasil tersebut menempatkan Trenggalek di peringkat ke-15 tingkat Jawa Timur.
Selain itu, Trenggalek juga memiliki atlet yang pernah tampil di ajang internasional pada nomor lari jarak menengah. Sementara prestasi terbaru di tingkat nasional diraih atlet lempar cakram dan tolak peluru bernama Yuda yang finis di peringkat keenam nasional pada 2024.
NPCI juga mulai mengembangkan cabang olahraga judo bagi atlet tunanetra sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan prestasi.
Pembinaan Libatkan 34 Atlet dari Berbagai Kecamatan
Saat ini NPCI Kabupaten Trenggalek membina sebanyak 34 atlet dari berbagai cabang olahraga seperti atletik, boccia, voli duduk, bulu tangkis, tenis meja, renang, hingga judo.
Latihan rutin dilaksanakan menjelang kejuaraan, dengan Stadion Menak Sopal digunakan untuk cabang atletik, sedangkan Balai Desa Gandusari menjadi pusat latihan voli duduk dan boccia.
Pemilihan lokasi di Gandusari dilakukan karena dinilai berada di titik tengah Kabupaten Trenggalek sehingga memudahkan akses atlet dari berbagai wilayah, seperti Watulimo, Munjungan, Bendungan, Tugu, hingga kawasan timur Trenggalek.











