OLAHRAGA

Konflik Berakhir Damai, SSB Shrimp Army Beri Syarat Askab PSSI Trenggalek Lakukan Evaluasi Total

×

Konflik Berakhir Damai, SSB Shrimp Army Beri Syarat Askab PSSI Trenggalek Lakukan Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Anjar Priadi Putra, pemilik SSB Shrimp Army bersama managemen serta wali pemain saat menerima permintaan maaf admin Askab PSSI Trenggalek.
Inti Berita:
• Konflik perubahan data pemain Shrimp Army di aplikasi SIAP berakhir damai setelah Admin Askab PSSI Trenggalek menyampaikan permintaan maaf secara personal.
• Manajemen Shrimp Army menerima permintaan maaf, namun meminta Askab tetap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan administrasi.
• Wali pemain berharap Askab lebih teliti serta aktif mendampingi seluruh SSB agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

SUARA TRENGGALEK – Konflik otak-atik database pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Shrimp Army dalam aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) oleh Admin Askab PSSI Trenggalek berakhir damai.

Permohonan maaf secara personal yang dilakukan oleh Admin Askab PSSI Trenggalek telah disampaikan kepada pihak manajemen klub serta perwakilan orang tua pemain.

Meski telah menerima permintaan maaf tersebut, manajemen SSB Shrimp Army menegaskan evaluasi terhadap sistem pembinaan dan tata kelola administrasi Askab PSSI Trenggalek tetap harus dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Polemik bermula setelah SSB Shrimp Army asal Kecamatan Watulimo gagal menurunkan tim kategori U-15 pada Piala Soeratin 2026 akibat persoalan administrasi pemain di aplikasi SIAP. Klub menilai perubahan data pemain dilakukan tanpa sepengetahuan mereka.

Permintaan Maaf Diterima, Evaluasi Tetap Harus Berjalan

Pemilik SSB Shrimp Army, Anjar Priadi Putra mengatakan pertemuan telah dilakukan bersama Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, yang hadir secara pribadi bertemu perwakilan wali pemain, pelatih dan manajemen klub.

“Mas Bimo menyampaikan permohonan maaf dan kami menerima permohonan maaf itu. Kami memberikan maaf atas apa yang dilakukan, tapi dengan catatan bahwa maaf diberikan bukan berarti evaluasi ini berhenti dilakukan,” ujar Anjar, Minggu (28/6/202).

Ia mengapresiasi itikad baik yang ditunjukkan Admin Askab dengan datang langsung menyampaikan permintaan maaf. Namun, menurutnya, penyelesaian persoalan tidak cukup berhenti pada permintaan maaf personal.

“Kami sangat mengapresiasi kemauan datang secara personal untuk meminta maaf. Tapi kami masih menunggu sikap resmi dari Askab sebagai organisasi agar hal ini tidak terulang lagi, baik kepada kami maupun kepada tim lain,” tegasnya.

Anjar berharap Askab PSSI Trenggalek melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem administrasi pemain sekaligus memperkuat fungsi pembinaan terhadap seluruh SSB di Kabupaten Trenggalek.

Wali Pemain Minta Pendampingan SSB Ditingkatkan

Senada dengan manajemen klub, salah satu wali pemain Shrimp Army asal Prigi, Surati mengaku sempat kecewa karena anak-anak gagal mengikuti pertandingan akibat persoalan administrasi.

“Kecewa berat,” katanya singkat.

Meski demikian, ia memilih menerima permintaan maaf yang telah disampaikan oleh perwakilan Askab PSSI Trenggalek.

“Untuk masalah ini, minta maaf, kita sepakat untuk memaafkan,” ujarnya.

Surati berharap Askab menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar pelayanan terhadap seluruh SSB menjadi lebih baik.

“Ke depannya Askab lebih teliti lagi. Kemudian lebih mendampingi SSB yang lain, bukan hanya sekadar memfasilitasi wadah untuk anak-anak,” katanya.

Diharapkan Jadi Momentum Pembenahan

Polemik administrasi pemain yang sempat mencuat ini diharapkan menjadi momentum pembenahan tata kelola pembinaan sepak bola usia dini di Trenggalek.

Manajemen Shrimp Army menegaskan tujuan utama mereka bukan sekadar menyelesaikan persoalan internal, melainkan mendorong sistem pembinaan yang lebih profesional, transparan, serta memberikan kepastian administrasi bagi seluruh SSB di Kabupaten Trenggalek.