PERISTIWA

72 SPPG di Trenggalek Aktif Layani 157.425 Penerima Manfaat MBG

×

72 SPPG di Trenggalek Aktif Layani 157.425 Penerima Manfaat MBG

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Menu MBG di salah satu sekolah di Kabupaten Trenggalek.
Inti Berita:
• Sebanyak 72 SPPG MBG di Trenggalek telah beroperasi dan melayani sekitar 157.425 penerima manfaat.
• Seluruh SPPG aktif dipastikan masih beroperasi normal tanpa suspend.
• Sementara itu, enam SPPG belum aktif karena masih menunggu pencairan dana dan penyelesaian administrasi.

SUARA TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek terus memperluas jangkauan layanan. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi dengan melayani 157.425 penerima manfaat.

Sementara itu, enam SPPG lainnya belum mulai beroperasi karena masih menunggu pencairan dana operasional serta penyelesaian dokumen administrasi.

Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Trenggalek, Sheila Ammanda Yadu Fadilla, mengatakan seluruh SPPG yang telah aktif saat ini menjalankan pelayanan kepada berbagai kelompok penerima manfaat.

“Saat ini sebanyak 72 SPPG di Trenggalek sudah aktif dan beroperasi penuh. Mereka melayani kebutuhan gizi mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” terang Sheila.

Menurutnya, kelompok rentan gizi juga menjadi bagian yang wajib dilayani setiap SPPG. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang masuk kategori 3B.

“Setiap SPPG wajib melayani ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Tim kami membagi kuota sesuai prinsip pemerataan penerima manfaat di masing-masing wilayah,” tambahnya.

72 SPPG Layani 157.425 Penerima

Dari 72 dapur yang telah beroperasi, total penerima manfaat MBG di Kabupaten Trenggalek mencapai sekitar 157.425 orang.

Penerima manfaat tersebut tersebar di berbagai kecamatan dengan kelompok sasaran mulai dari peserta didik hingga kelompok rentan gizi.

Sheila memastikan seluruh SPPG yang saat ini telah beroperasi masih menjalankan pelayanan secara normal.

“Insyaallah seluruh SPPG yang beroperasi saat ini tidak ada yang berstatus suspend atau pembekuan,” tegasnya.

Enam Dapur Masih Tunggu Administrasi

Di sisi lain, enam SPPG belum dapat memulai pelayanan. Menurut Sheila, persoalan tersebut bukan berkaitan dengan kesiapan sarana maupun peralatan dapur.

Keenam SPPG masih menunggu pencairan dana operasional dan melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan.

“Ada enam SPPG yang memang belum aktif. Mereka masih menunggu proses pencairan dana dan pemenuhan dokumen administrasi. Begitu seluruh berkas dan anggaran selesai, mereka bisa langsung menjalankan operasional dapur,” jelas Sheila.

Ia optimistis keenam dapur tersebut dapat segera beroperasi setelah seluruh persyaratan administrasi dan anggaran terselesaikan.

Fokus Selesaikan Administrasi

Dengan 72 SPPG telah beroperasi dan enam dapur lainnya masih dalam tahap persiapan, pengelola kini memfokuskan penyelesaian persoalan administrasi dan pencairan dana.

Penyelesaian tahapan tersebut diharapkan dapat membuat enam SPPG segera aktif sehingga jangkauan layanan MBG di Kabupaten Trenggalek semakin luas.

Tag:
Penulis: RUDI YUNI Editor: JAOHAR