PERISTIWA

Kekeringan Melanda Trenggalek, Polres Salurkan 5.200 Liter Air Bersih Lewat Patroli Gentong

×

Kekeringan Melanda Trenggalek, Polres Salurkan 5.200 Liter Air Bersih Lewat Patroli Gentong

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Jajaran Polres Trenggalek saat mengirimkan air bersih kepada warga.

SUARA TRENGGALEKKekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek mendorong jajaran Kepolisian turun langsung membantu masyarakat.

Melalui Patroli Gentong, Polres Trenggalek menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

Selain menyalurkan air bersih, Kepolisian juga mendorong terwujudnya Ecology Policing sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga sumber air baku dan mata air dari kerusakan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya saat menggelar patroli wilayah sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Srabah, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (22/9).

“Kecamatan Bendungan merupakan salah satu wilayah di Trenggalek yang rawan kekeringan. Jadi hari ini kita berpatroli, melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus mendistribusikan bantuan air bersih,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 5.200 liter air dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Sebanyak 1.200 liter berasal dari Patroli Gentong Polres Trenggalek, sedangkan 4.000 liter lainnya merupakan hasil kerja sama dengan BPBD Kabupaten Trenggalek dan tiga pilar setempat.

AKBP Rizky menegaskan, berdasarkan pantauan di lapangan dan pengalaman dari tahun ke tahun, bencana kekeringan kerap terjadi terutama saat memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, sebelum kekeringan terjadi, pihaknya mendorong masyarakat turut menjaga sumber mata air.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah pegunungan, tetap mendapatkan pasokan air bersih.

“Melalui Ecology Policing, kita berupaya melindungi ekosistem agar sumber atau mata air yang ada tetap terjaga dengan baik. Ini tentu tidak mudah, perlu dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder dan masyarakat,” imbuhnya.

Pihaknya berharap bantuan air bersih tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air baku, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif untuk bersama-sama menjaga dan merawat sumber mata air.

Sementara itu, Jumani, yang juga menjabat sebagai Kasun Ampelgading, Desa Srabah, menuturkan wilayahnya sudah hampir satu bulan terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat warga mengalami kekurangan air bersih.

Jumani mengaku bersyukur mendapat bantuan air bersih dari jajaran Kepolisian. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat.

“Alhamdulillah ada bantuan air. Terima kasih atas bantuan air oleh bapak Kapolres, bapak Kaposek, Bapak Kepolisian dari Kabupaten Trenggalek. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Permintaan warga, kalau bisa bantuan air itu tiap hari ada mas,” ucapnya.