PERISTIWA

Klien Rehabilitasi BNNK Trenggalek Melonjak, Indikasi Peredaran Narkotika Meningkat

×

Klien Rehabilitasi BNNK Trenggalek Melonjak, Indikasi Peredaran Narkotika Meningkat

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas saat melakukan tes urin kepada masyarakat umum.

SUARA TRENGGALEK – Transaksi dan peredaran narkotika di Kabupaten Trenggalek menunjukkan tren peningkatan. Salah satu indikatornya terlihat dari melonjaknya jumlah klien rehabilitasi di Klinik Pratama Harapan Sehat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek yang melampaui target tahunan.

Kepala Tim Rehabilitasi BNNK Trenggalek, Nymas Theresia Mayayu Pramana, mengatakan pada tahun 2025 pihaknya menargetkan 15 orang klien rehabilitasi. Namun realisasinya mencapai 39 orang atau lebih dari 200 persen dari target yang ditetapkan.

“Pada tahun 2025 target rehabilitasi Klinik BNNK Trenggalek sebanyak 15 orang, sedangkan capaian kita sebanyak 39 orang. Dari tahun ke tahun memang mengalami peningkatan,” ujar Nymas, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, mayoritas klien rehabilitasi merupakan penyalahguna narkotika jenis sabu yang termasuk golongan stimulan. Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan legal menempati urutan kedua terbanyak.

“Obat-obatan tersebut sebenarnya legal, tetapi disalahgunakan oleh remaja hingga dewasa. Ada yang digunakan sebagai doping, ada juga yang mengaku untuk menenangkan diri,” jelasnya.

Meski beredar secara legal, Nymas menegaskan penggunaan obat-obatan tersebut di luar aturan medis tetap dikategorikan sebagai penyalahgunaan dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan hingga ketergantungan.

Berdasarkan data rehabilitasi, klien terbanyak berasal dari Kecamatan Watulimo. Dari sisi usia, kelompok paling dominan berada pada rentang 25 hingga 35 tahun. Namun demikian, BNNK Trenggalek juga mencatat adanya klien berusia di bawah 18 tahun.

“Bahkan ada data pengguna sabu yang masih berstatus anak-anak,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2025, seluruh klien rehabilitasi di Klinik Pratama Harapan Sehat BNNK Trenggalek menjalani program rawat jalan dengan total 39 orang. Sementara untuk program rawat inap, satu orang klien dirujuk ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor.

Menurut Nymas, peningkatan jumlah klien rehabilitasi ini diperkirakan mencapai hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya rujukan dari Tim Assessment Terpadu (TAT), seiring dengan bertambahnya pengungkapan kasus narkotika di wilayah kerja BNNK Trenggalek.

“Banyaknya rujukan dari TAT dan meningkatnya pengungkapan kasus narkoba turut mempengaruhi naiknya angka rehabilitasi di Trenggalek,” pungkasnya.

Trenggalek
PERISTIWA

Perhutani Trenggalek Siaga Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan, Gunung Orak Arik Jadi Titik Rawan

Inti Berita:
Perhutani dan instansi terkait siaga hadapi kemarau panjang 2026
Puncak kemarau diprediksi terjadi Juli–Agustus
Titik rawan kebakaran: Gunung Orak-Arik, Jaas, dan Gembleb
Pembakaran lahan jadi pemicu utama kebakaran
Antisipasi kekeringan dilakukan dengan penambahan sumber air dan biopori

SUARA TRENGGALEK – Perhutani bersama sejumlah instansi di Kabupaten Trenggalek meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan kekeringan yang diprediksi meningkat saat musim kemarau 2026.

Wakil Kepala KPH Perhutani Kediri Selatan, Hermawan, mengatakan langkah antisipasi dilakukan menyusul peringatan adanya fenomena kemarau panjang yang dipengaruhi perubahan iklim global.

“Ini bagian dari kesiapsiagaan perubahan iklim. Kita mendapat arahan langsung, termasuk dari Wakapolri, untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang tahun ini,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Hermawan, koordinasi lintas sektor telah dilakukan bersama Polres Trenggalek, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, hingga instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memaparkan prediksi puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kita lakukan edukasi bersama BPBD, termasuk pemasangan banner, flyer, dan kampanye di media sosial agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.

Hermawan mengungkapkan, sejumlah titik rawan kebakaran di Trenggalek telah dipetakan. Di antaranya kawasan Gunung Orak-Arik, Gunung Jaas, serta wilayah perbukitan di sekitar Desa Gembleb.

Menurutnya, aktivitas pembakaran lahan oleh masyarakat saat persiapan tanam menjadi salah satu pemicu utama kebakaran hutan.

“Biasanya lahan dibersihkan lalu dibakar. Ini yang menjadi pemicu kebakaran, apalagi saat angin kencang api bisa merambat ke kawasan hutan,” ujarnya.

Selain kebakaran, potensi kekeringan juga menjadi perhatian serius. Hermawan menyebut pihaknya telah berkoordinasi untuk mengantisipasi krisis air seperti yang terjadi pada 2024 lalu.

Upaya yang dilakukan antara lain memperbanyak titik penampungan air, termasuk pembuatan biopori serta inventarisasi sumber mata air di kawasan hutan.

“Kita inventarisasi mata air yang ada untuk mendukung daerah yang berpotensi mengalami kekeringan, seperti wilayah Panggul dan sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana tersebut.

“Kita harus bahu-membahu agar kejadian kekeringan seperti tahun 2024 tidak terulang,” tegasnya.

Hermawan juga menyoroti potensi kebakaran di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga, khususnya di wilayah Gunung Orak-Arik.

Area tersebut dinilai rawan karena berada di atas lahan perkebunan milik warga yang kerap dibersihkan dengan cara dibakar.

“Yang paling rawan itu di Orak-Arik karena dekat dengan permukiman. Kalau pembakaran di kebun tidak diawasi, apinya bisa merambat ke atas,” ujarnya.

Selain itu, kawasan Gunung Jaas juga menjadi perhatian karena banyaknya bambu kering yang mudah terbakar.

Ia bahkan menyinggung kasus kebakaran sebelumnya yang diduga dipicu oleh aktivitas manusia.

Dengan berbagai langkah tersebut, Perhutani berharap potensi kebakaran hutan dan kekeringan di Trenggalek dapat ditekan sejak dini.