KESEHATAN

Kasus Positif Hantavirus Belum Ditemukan di Trenggalek, Warga Diminta Waspadai Penularan dari Tikus

×

Kasus Positif Hantavirus Belum Ditemukan di Trenggalek, Warga Diminta Waspadai Penularan dari Tikus

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin saat menyampaikan kasus Hantavirus di wilayah Trenggalek.
Inti Berita:
• Dinkes Trenggalek memastikan belum ada kasus Hantavirus hingga Mei 2026.
• Virus ditularkan melalui cairan tubuh tikus seperti urine, feses, dan saliva.
• Warga diminta menjaga kebersihan rumah, makanan, serta menutup celah masuk tikus.

SUARA TRENGGALEK – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Trenggalek memastikan hingga Mei 2026 belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah Trenggalek.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus yang ditularkan melalui tikus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, drg. Andiek Muarifin menjelaskan Hantavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh orthohantavirus dan ditularkan melalui cairan tubuh tikus, seperti urine, feses, maupun saliva.

“Untuk Jawa Timur khususnya di Trenggalek, kami belum mendapatkan laporan konfirmasi sehingga insyaallah di Trenggalek ini masih aman dari virus Hantavirus,” ujar Andiek, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, secara umum terdapat dua manifestasi klinis Hantavirus, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Menurut Andiek, gejala HPS meliputi demam, sakit kepala, nyeri tubuh, batuk hingga sesak napas. Sedangkan HFRS memiliki gejala hampir serupa, namun tanpa disertai sesak napas.

“Di Indonesia yang dilaporkan justru jenis HFRS, bukan HPS,” jelasnya.

Berdasarkan data surveilans epidemiologi nasional, sejak 2024 hingga 2026 tercatat terdapat 23 kasus konfirmasi Hantavirus yang tersebar di sembilan provinsi.

Diantaranya DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, NTT, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat.

Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Bersih

Andiek menegaskan, penularan virus tidak sama seperti Covid-19, namun masyarakat tetap perlu menjaga protokol kesehatan dasar dan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, debu yang terkontaminasi cairan tubuh tikus juga dapat menjadi media penularan apabila terhirup manusia.

“Yang paling penting menjaga kebersihan rumah dan lingkungan karena virus ini ditularkan melalui tikus,” katanya.

Dinkes mengimbau masyarakat rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menutup celah rumah yang memungkinkan tikus masuk.

Selain itu, barang-barang bekas maupun sampah yang berpotensi menjadi sarang tikus diminta segera dibersihkan.

“Rumah-rumah yang ada lubang atau celah yang bisa menjadi jalan masuk tikus sebaiknya ditutup,” imbuhnya.

Diminta Periksa Jika Demam Tak Kunjung Sembuh

Dinkes juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti sakit kepala dan demam yang tidak kunjung sembuh.

“Kalau sudah dirasakan sakit kepala kemudian demam yang tidak sembuh-sembuh, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” terang Andiek.

Ia memastikan Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas terus melakukan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, termasuk melalui pelayanan posyandu.

Andiek menambahkan, Hantavirus sebenarnya dapat ditangani dengan baik apabila pasien segera mendapatkan penanganan medis.

Namun tingkat keparahan dapat meningkat apabila penderita memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Kalau segera ditangani insyaallah bisa tertangani dengan baik,” tandasnya.