Inti Berita:
• Jalur utama Trenggalek-Tulungagung ditutup total akibat proyek pembangunan Jembatan Gondang di Kabupaten Tulungagung.
• Kendaraan roda enam, truk besar, dan bus dialihkan melalui jalur alternatif Bandung-Campurdarat.
• Satlantas Polres Trenggalek menyiagakan enam personel di Simpang Durenan untuk mengatur lalu lintas.
SUARA TRENGGALEK – Pengalihan arus lalu lintas bagi kendaraan besar resmi diberlakukan menyusul penutupan total jalur utama penghubung Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung akibat proyek pembangunan Jembatan Gondang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rambu penunjuk arah pengalihan arus telah dipasang di beberapa titik strategis, termasuk di Simpang Empat Durenan, Kabupaten Trenggalek.
Kendaraan roda enam, truk bermuatan besar, dan bus mulai diarahkan melalui jalur alternatif Kecamatan Bandung dan Kecamatan Campurdarat menuju Kota Tulungagung sejak Selasa (2/6/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Trenggalek menerjunkan personel di lokasi pengalihan arus.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, mengatakan pihaknya telah menempatkan enam personel di titik krusial sejak awal pemberlakuan rekayasa lalu lintas.
“Ada enam orang personel yang disiagakan di Pertigaan Durenan yang dipimpin langsung oleh Kanit Patroli,” ujar AKP Sony Suhartanto.
Menurutnya, kepolisian juga bergerak cepat melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur yang ditutup.
Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada pengguna jalan maupun melalui kanal media sosial resmi Polres Trenggalek.
“Tentunya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat Trenggalek, dilanjutkan melalui media sosial. Kita sampaikan dalam hal pengalihan arus ini,” katanya.
AKP Sony mengimbau seluruh pengendara untuk mematuhi petunjuk dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran serta keselamatan perjalanan selama masa penutupan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperumkimhub) Trenggalek, Hendra Sanggara, membenarkan adanya penutupan total jalur Trenggalek-Tulungagung tersebut.
Menurutnya, kebijakan itu diambil karena adanya proyek pembangunan Jembatan Gondang di wilayah Kabupaten Tulungagung yang mengharuskan jalur utama ditutup untuk seluruh jenis kendaraan.
Hendra menjelaskan dampak penutupan cukup signifikan terhadap waktu tempuh perjalanan, sehingga pengguna jalan diminta menyesuaikan jadwal keberangkatan.
“Kami mengimbau untuk pengendara, khususnya yang mengangkut bus, kemudian kendaraan angkutan barang yang dimensi besar, mohon kesiapannya memperhitungkan juga lokasi dan waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema pengalihan arus sebenarnya telah disiapkan sejak tahap awal koordinasi lintas daerah.
Jalur alternatif dipilih dengan mempertimbangkan faktor keselamatan serta kapasitas jalan yang dinilai mampu menampung kendaraan berukuran besar.
“Angkutan barang berdimensi besar dan bus dari arah Trenggalek sampai dengan Simpang Durenan, lalu belok ke kanan melewati jalan provinsi ke arah Bandung,” pungkasnya.
Penutupan jalur ini diperkirakan berlangsung selama proses pembangunan Jembatan Gondang.
Pengendara diimbau terus memantau informasi resmi dari petugas maupun instansi terkait untuk menghindari kendala selama perjalanan.











