ADVETORIAL

Pendopo Jadi Posko Layanan Terpadu, Bupati Trenggalek Siapkan “Rumah Perempuan”

×

Pendopo Jadi Posko Layanan Terpadu, Bupati Trenggalek Siapkan “Rumah Perempuan”

Sebarkan artikel ini
Bupati Trenggalek
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menyampaikan peran Pemkab dalam memperjuangkan kesejahteraan perempuan.
Inti Berita:
• Pemkab Trenggalek hadirkan Rumah Perempuan di Pendopo
• Pendopo dijadikan pusat layanan terpadu (kemiskinan, kesehatan, pendidikan, sosial)
• Ada Posko Gertak dan Baznas untuk memperluas akses bantuan warga
• Layanan sudah membantu penyintas KDRT hingga mendapat pendampingan
• Targetnya: tidak ada warga yang kesulitan akses pelayanan

SUARA TRENGGALEK Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus memperkuat komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan perempuan, khususnya dalam momentum peringatan Hari Kartini.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas layanan terpadu yang berpusat di kawasan Pendopo Trenggalek, salah satunya “Rumah Perempuan” sebagai ruang aman bagi korban kekerasan.

“Di pendopo itu ada rumah perempuan. Kalau ada penyintas atau yang merasa menjadi korban, bisa menghubungi nomor 0822 333 43800,” ujar Arifin, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, kawasan pendopo kini dikembangkan menjadi “rumah rakyat” yang mengintegrasikan berbagai layanan sosial. Selain Rumah Perempuan yang berada di sisi utara, di bagian selatan juga terdapat Posko Gertak.

Melalui fasilitas tersebut, masyarakat khususnya kelompok rentan dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari penanganan kemiskinan, jaminan sosial, hingga pelayanan pendidikan dan kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi.

“Warga miskin yang selama ini belum terakses layanan bisa dilayani di situ,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan layanan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di lokasi yang sama. Hal ini bertujuan memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan bantuan maupun akses pelayanan.

“Harapan kami tidak ada satu pun warga Trenggalek yang tidak memiliki jalan untuk mendapatkan akses pelayanan,” tegasnya.

Arifin juga mencontohkan keberhasilan layanan tersebut melalui kisah seorang penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang telah mengalami penderitaan selama 12 tahun. Setelah melapor, korban langsung mendapatkan pendampingan sesuai prosedur.

“Alhamdulillah sekarang beliau merasa hidupnya lebih bercahaya, ada secercah sinar,” ungkapnya.

Pemkab Trenggalek berharap keberadaan layanan terpadu ini dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan di daerah.