ADVETORIAL

TGX Women Summit 2026 Angkat Semangat Kartini, Bupati Trenggalek Tekankan Peran Perempuan sebagai Penjaga Generasi

×

TGX Women Summit 2026 Angkat Semangat Kartini, Bupati Trenggalek Tekankan Peran Perempuan sebagai Penjaga Generasi

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menyampaikan sambutan dalam pelaksanaan TGX Women Summit 2026.
Inti Berita:
• TGX Women Summit 2026 digelar dalam rangka Hari Kartini.
• Dihadiri Novita Hardini dan Bupati Trenggalek.
• Bupati menekankan hidup sebagai perjalanan penuh tantangan.
• Perempuan dinilai punya peran penting menjaga generasi.
• Perempuan disebut “lebih canggih dan dimuliakan”.
• Ibu-ibu di Trenggalek punya peran tak tergantikan dalam kehidupan.

SUARA TRENGGALEKKegiatan TGX Women Summit 2026 di Trenggalek sukses digelar, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Mulia”.

Acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus perayaan dedikasi perempuan dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Jawa Timur VII, Novita Hardini, serta Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Dalam sambutannya Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan acara tersebut.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menghasilkan acara yang luar biasa,” ujarnya.

Arifin mengajak peserta untuk memaknai kehidupan sebagai sebuah perjalanan, bukan sekadar tempat tinggal.

Ia menganalogikan kehidupan dengan pengalaman mendaki gunung, di mana setiap individu harus berani mengambil kendali atas ketakutan dan tantangan.

“Kalau kita kelihatan takut dan menyerah, kita tidak akan pernah sampai ke puncak dan tidak tahu keindahan yang ada di sana,” jelasnya, Sabtu (18/4/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya melihat peran perempuan dari perspektif positif.

Menurutnya, perempuan memiliki keistimewaan yang diberikan oleh Tuhan, termasuk dalam menjaga keberlangsungan generasi.

“Kenapa Tuhan memberikan keistimewaan itu kepada perempuan? Karena Tuhan lebih percaya kepada perempuan untuk menjaga generasi,” katanya.

Arifin juga mengibaratkan perempuan sebagai “produk” dengan fitur lebih lengkap, sehingga memiliki nilai lebih tinggi dan harus dihormati.

“Kalau fiturnya lebih banyak, berarti lebih canggih dan lebih mahal. Maka tidak heran jika perempuan dimuliakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peran ibu memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan.

Bahkan, menurutnya, kehilangan ibu memiliki dampak yang jauh lebih besar bagi seorang anak dibandingkan kehilangan ayah.

“Banyak ibu yang bisa memerankan peran sebagai bapak, tetapi hampir mustahil bapak bisa menggantikan peran ibu,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Arifin mengajak seluruh perempuan untuk terus berdaya dan menjadi cahaya di lingkungan masing-masing.

“Ibu-ibu sekalian adalah Kartini-Kartini masa kini yang akan menjadi cahaya dalam perjalanan kehidupan,” pungkasnya.