BISNIS

Bukan Cuma Usaha Mapan, Bank Trenggalek Juga Salurkan Modal untuk UMKM Rintisan

×

Bukan Cuma Usaha Mapan, Bank Trenggalek Juga Salurkan Modal untuk UMKM Rintisan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kantor BPR Jwalita Trenggalek atau biasa disebut Bank Trenggalek yang berada di jalan Panglima Sudirman.
Inti Berita:
• BPR Jwalita Trenggalek mencatat Kecamatan Trenggalek, Durenan, dan Karangan sebagai wilayah dengan jumlah nasabah terbanyak.
• Selain tetap membiayai UMKM yang telah berkembang, BPR Jwalita kini memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha baru melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja.
• Peningkatan kredit pada semester pertama 2026 juga didorong momentum Ramadan, Lebaran, dan kebutuhan biaya sekolah yang menjadi penopang utama pendapatan perusahaan.

SUARA TRENGGALEK – Bank Trenggalek atau PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda) terus memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pelaku usaha yang baru merintis.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong lahirnya wirausaha baru sekaligus memperkuat pertumbuhan kredit sebagai penopang utama pendapatan perusahaan.

Disampaikan Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria bahwa konsentrasi nasabah BPR Jwalita masih didominasi wilayah perkotaan.

Kecamatan Trenggalek menjadi wilayah dengan jumlah nasabah terbanyak, disusul Kecamatan Durenan dan Karangan.

“Yang paling besar itu Kecamatan Kota, kemudian Kecamatan Durenan, kemudian Kecamatan Karangan,” ujar Dwi, Kamis (30/7/2026).

Ia juga menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan pada semester pertama 2026 ditopang secara berimbang oleh nasabah lama maupun nasabah baru.

Di satu sisi, BPR Jwalita tetap melayani nasabah potensial yang telah lama menjadi mitra. Di sisi lain, perusahaan juga mulai aktif menjangkau pelaku UMKM yang baru memulai usaha.

“Kalau nominal kredit sama nasabah baru saya kira imbang. Ada beberapa nasabah potensial yang memang sudah sering kita biayai, kemudian ada juga beberapa nasabah baru yang masuk,” jelasnya.

Menurut Dwi, salah satu strategi menjaring pelaku usaha baru dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LKP), termasuk Sanita di Bendo yang dikenal mencetak pelaku UMKM baru.

“Kami juga bekerja sama dengan LKP, termasuk Sanita. Di sana banyak lahir UMKM baru yang juga kami dukung,” katanya.

Dorong Pelaku Usaha yang Baru Merintis

Dwi menilai lembaga perbankan selama ini cenderung fokus membiayai UMKM yang sudah berkembang. Padahal, pelaku usaha yang baru merintis juga membutuhkan akses permodalan agar dapat tumbuh.

“Perbankan biasanya membiayai UMKM yang sudah eksis atau yang sudah berhasil. Padahal calon UMKM yang baru merintis juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku usaha pemula umumnya telah memiliki keterampilan, tetapi terkendala modal untuk mengembangkan usahanya.

“Embrio UMKM besar itu berasal dari calon-calon UMKM yang juga membutuhkan perhatian, terutama untuk permodalan. Mereka sudah punya skill, tetapi modalnya belum ada. Nah, BPR hadir untuk itu,” tegasnya.

Kredit Semester I Tumbuh Ditopang Momentum Musiman

Dwi menambahkan, ekspansi kredit pada semester pertama 2026 meningkat karena didorong sejumlah momentum musiman yang memicu kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“Penopang pendapatan BPR Jwalita adalah kredit. Otomatis ekspansi kredit pada semester pertama memang lebih besar,” katanya.

Ia menyebut momentum Ramadan, Hari Raya Idulfitri, hingga kebutuhan biaya masuk sekolah menjadi faktor yang mendorong peningkatan permintaan kredit dari pelaku UMKM, khususnya sektor perdagangan.

“Nasabah kami mayoritas UMKM dan pedagang. Pada semester pertama ada puasa, hari raya, dan kebutuhan anak-anak masuk sekolah, sehingga memang banyak faktor yang membuat permintaan kredit meningkat,” pungkasnya.

Topik:
Penulis: RUDI YUNI Editor: JAOHAR