Inti Berita:
• Pemkab Trenggalek mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar dari dana pinjaman PT SMI untuk membangun dan memperbaiki saluran drainase di lima titik rawan genangan wilayah perkotaan.
• Pengerjaan menyasar lima lokasi utama, yaitu depan Kharisma (Jl. Panglima Sudirman), depan RSUD (Tamanan), seputaran Gereja Santa Maria (Sumbergedong), sebelah barat lampu merah terminal/Jl. Abdul Rahman Saleh (Surondakan), dan sisi timur Jembatan Ngasinan ke selatan (Kelutan).
SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk pembangunan dan perbaikan saluran drainase di lima titik wilayah perkotaan untuk mengurangi genangan saat musim penghujan.
Proyek yang bersumber dari dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) itu ditargetkan mulai awal perencanaan dilakukan pada akhir 2026 dan dikerjakan pada awal 2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Trenggalek, Suprihadi mengatakan saat ini proses perencanaan proyek tersebut bakal diselesaikan pada akhir 2026.
Sedangkan untuk tahap pemilihan penyedia dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini hingga awal 2027, sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan.
“Ada rencana di lima titik perbaikan drainase wilayah perkotaan,” ujar Suprihadi.
Kelima lokasi tersebut meliputi kawasan depan Kharisma di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Ngantru. Depan rumah sakit di Kelurahan Tamanan. Sekitar Gereja Santa Maria di Kelurahan Sumbergedong, Jalan Abdul Rahman Saleh.
Sebelah utara terminal bus dan di sebelah barat lampu merah, Kelurahan Surondakan. Serta kawasan Jembatan Ngasinan ke arah selatan di sisi timur, Kelurahan Kelutan.
Menurut Suprihadi, pekerjaan drainase tidak hanya ditujukan untuk mengurangi genangan air saat musim hujan, tetapi juga menata area pedestrian di lokasi pengerjaan.
“Nanti untuk penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing saluran,” ungkapnya.
Selain memperbaiki dimensi saluran jika diperlukan, pekerjaan juga mencakup pembersihan sumbatan yang menghambat aliran air.
Sumbatan tersebut antara lain berupa sedimentasi dan akar pohon yang masuk atau melintas di saluran drainase.
“Dalam pelaksanaannya akan kita sesuaikan dimensi maupun pembersihan-pembersihan lokasi,” jelasnya.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di depan Kharisma.
Suprihadi menyebut aliran air di sejumlah bagian terutama di sisi barat yang mengarah ke selatan, belum berjalan lancar.
Dalam penanganannya, ia berencana menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membersihkan sedimentasi dan akar pohon yang menghambat aliran air.
Selain itu, penanganan juga akan dilakukan untuk mengurangi genangan di sekitar Jalan Agus Salim, Kelurahan Sumbergedong.
“Salah satu upaya yang direncanakan adalah membersihkan bagian hilir saluran agar aliran air lebih lancar,” tuturnya.
Dengan perbaikan di lima lokasi tersebut, Pemkab Trenggalek berharap genangan di kawasan perkotaan dapat berkurang dan tidak lagi menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
“Adapun total anggaran yang disiapkan untuk seluruh pekerjaan drainase di lima titik tersebut diperkirakan mencapai Rp 4 miliar,” pungkas Suprihadi.











