PERISTIWA

Pengelolaan Irigasi Apik, HIPPA Karanganom Trenggalek Masuk Tiga Besar Lomba Jatim

×

Pengelolaan Irigasi Apik, HIPPA Karanganom Trenggalek Masuk Tiga Besar Lomba Jatim

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Penyerahan piagam penghargaan dalam lomba tingkat provinsi Jawa Timur.
Inti Berita:
• HIPPA Tirto Agung Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, berhasil menembus 3 besar nominasi Lomba Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan HIPPA/GHIPPA Tingkat Jawa Timur 2026 dengan skor sementara 83,62.
​• Keunggulan HIPPA Karanganom didukung oleh Indeks Pertanaman (IP) yang telah mencapai 3,00 (tiga kali panen/tanam dalam setahun), didukung kekompakan kelompok tani serta keandalan sarana pompa air dan jaringan irigasi.
​• Pemkab Trenggalek melalui Bapperida, PUPR, dan Dinas Pertanian melakukan pendampingan intensif untuk mengejar posisi peringkat pertama pada tahap verifikasi lapangan yang akan digelar 2–20 November 2026.

SUARA TRENGGALEK – HIPPA Tirto Agung Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, masuk tiga besar nominasi Lomba Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan HIPPA dan GHIPPA Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.

Kelompok pengelola irigasi tersebut meraih nilai sementara 83,62 dan masih berpeluang meningkatkan peringkat melalui verifikasi lapangan pada November mendatang.

Ketua P3A Tirto Agung Karanganom, Muhammad Mahfur, mengaku bangga atas capaian tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan dalam lomba menjadi kesempatan untuk menunjukkan kontribusi kelembagaan dalam mendukung pelayanan irigasi pertanian di Desa Karanganom.

“Alhamdulillah, kita sangat bangga, kita bisa ikut berpartisipasi. Bisa bergabung dengan kelembagaan irigasi dan mengabdi dalam pelayanan, terutama irigasi pertanian di Desa Karanganom,” ujar Mahfur, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, penilaian mencakup sejumlah aspek yang berkaitan dengan kelembagaan, pertanian, dan pelayanan irigasi.

Kerja sama dengan kelompok tani (poktan) serta pemerintah desa juga menjadi bagian dari penilaian.

Mahfur mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan secara berkelanjutan untuk menghadapi verifikasi lapangan.

Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan menjelang kedatangan tim penilai, tetapi telah diperhatikan sejak tahapan sebelumnya.

“Untuk verifikasi nanti, alhamdulillah kita tidak terlalu mendadak karena selama perjalanan, hal-hal yang diperlukan selalu diperhatikan. Dari awal sudah kita persiapkan sehingga nantinya persiapan bisa lebih matang di lapangan,” jelasnya.

Ia berharap kondisi pengelolaan irigasi di Karanganom yang ditunjukkan saat verifikasi sesuai dengan materi yang telah dipaparkan pada tahapan penilaian sebelumnya.

Empat Aspek Menjadi Fokus Penilaian

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, membenarkan HIPPA Tirto Agung Karanganom sementara menempati peringkat ketiga dengan nilai 83,62.

Menurutnya, tahapan verifikasi lapangan menjadi kesempatan untuk meningkatkan nilai sekaligus memperkuat posisi Trenggalek dalam kompetisi tingkat Jawa Timur tersebut.

“Alhamdulillah, kita sementara menduduki peringkat ketiga. Setelah itu nanti akan ada kunjungan ke lapangan. Kita akan mengejar peningkatan nilainya saat kunjungan lapangan,” ujar Imam.

Ia menerangkan, terdapat empat aspek utama dalam penilaian, yakni kelembagaan, irigasi, pertanian, dan pembiayaan. Masing-masing aspek mendapatkan pendampingan dari perangkat daerah terkait serta Komisi Irigasi.

Aspek kelembagaan didampingi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), sedangkan aspek irigasi didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Untuk aspek pertanian, pendampingan dilakukan oleh Dinas Pertanian.

Imam menilai capaian sementara tersebut menjadi modal positif bagi HIPPA Tirto Agung Karanganom untuk menghadapi penilaian lanjutan.

Kekompakan kelompok tani dalam mendukung ketersediaan air untuk pertanian menjadi salah satu hal yang perlu dipertahankan.

Selain itu, indeks pertanaman di Karanganom telah mencapai tiga kali dalam setahun. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan peran dukungan irigasi dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian.

“Indeks pertanaman kita di Karanganom sudah tiga. Itu sudah maksimal dan saya kira sudah bagus, sangat bagus,” ungkapnya.

Bidik Peringkat Pertama di Jawa Timur

Imam berharap HIPPA Tirto Agung Karanganom dapat memperbaiki posisi dari peringkat ketiga menjadi juara pertama.

Menurutnya, indeks pertanaman yang tinggi, dukungan sarana pompa air, dan kekompakan kelompok tani menjadi modal penting untuk mencapai target tersebut.

“Harapannya kita memperoleh juara di situ karena indeks pertanaman kita sudah 3,00 di Karanganom. Berarti irigasinya bagus, alat pompanya bagus, kekompakannya juga bagus,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, verifikasi lapangan dijadwalkan berlangsung pada 2–20 November 2026. Jadwal pasti kunjungan akan diinformasikan lebih lanjut kepada pihak terkait.

Hasil verifikasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam penentuan peringkat akhir Lomba Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan HIPPA dan GHIPPA Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.