Inti Berita:
• Dinkes Trenggalek menyarankan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap enam bulan sekali.
• Meskipun seluruh relawan telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahunan dari kementerian, pemeriksaan berkala tambahan dinilai krusial untuk menjamin kualitas pengolahan makanan.
• Korwil SPPI Trenggalek menegaskan bahwa penyiapan serta validasi kesehatan relawan merupakan kewajiban mitra pengelola SPPG.
SUARA TRENGGALEK – Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Trenggalek diminta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan.
Hal ini dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan petugas yang terlibat dalam pengolahan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan para petugas SPPG harus menjaga kesehatan masing-masing.
Menurutnya, seluruh petugas SPPG di Trenggalek telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan.
“Sudah pernah dilakukan cek kesehatan gratis CKG program dari Dinas Kesehatan. Sudah semua sudah di dilaksanakan CKG,” kata Andiek.
Namun, program CKG dari pemerintah memang dilakukan satu kali dalam setahun. Karena itu, Dinkes Trenggalek menyarankan pemeriksaan kesehatan bagi relawan SPPG dilakukan lebih rutin.
“Kalau program yang CKG-nya memang 1 tahun sekali program dari kementerian. Namun demikian kita sarankan setiap 6 bulan sekali juga rutin melakukan cek kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Trenggalek, Shiella Ammanda Yanu Fadilla, mengatakan kesehatan relawan menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan SPPG.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dan validasi kesehatan relawan merupakan bagian dari tanggung jawab mitra yang menaungi SPPG.
“Iya, jadi pastinya itu merupakan syarat atau tugas dari para mitra nggih. Karena kan relawan ini merupakan kepemilikan mitra seperti itu,” jelas Shiella.
Menurutnya, mitra bertugas menyiapkan sekaligus memvalidasi para relawan yang akan bertugas di SPPG.
“Jadi mereka yang menyiapkan, mereka yang memvalidasi bahwasanya relawan-relawan ini bisa menjadi relawan yang ada di SPPG,” lanjutnya.
Shiella berharap pemeriksaan kesehatan relawan dapat dilakukan secara berkala, termasuk setiap enam bulan sebagaimana yang disarankan Dinkes.
Ia menyebut hasil koordinasi dan evaluasi juga meminta kepala SPPG melakukan skrining terhadap penyakit yang ada pada relawan.
“Jadi diharapkan ini tadi berdasarkan dari hasil ee koordinasi dan evaluasinya tadi teman-teman kepala SPG diminta untuk skrining penyakit-penyakit yang ada di relawan terutama relawan yang kiranya hari itu sakit tidak diperbolehkan untuk masuk,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan penerapan swab bagi relawan SPPG, Shiella mengatakan hal tersebut masih dikembalikan kepada kebijakan dinas terkait.
“Kalau untuk swab kita kembalikan ke kebijakan masing-masing yang ada di dinas terkait sini,” pungkasnya.











