PENDIDIKAN

Butuh Rp 73 Juta Lagi, Mari Bantu Donasi Pembelian Lahan SDN 1 Sengon Trenggalek

×

Butuh Rp 73 Juta Lagi, Mari Bantu Donasi Pembelian Lahan SDN 1 Sengon Trenggalek

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto saat menyampaikan perkembangan proses donasi untuk pembelian lahan SDN 1 Sengon.
Inti Berita:
• Penggalangan donasi pembelian lahan SDN 1 Sengon telah mencapai Rp127 juta dari target Rp200 juta.
• Donasi berasal dari masyarakat, alumni, dan berbagai pihak.
• Jika pembelian berhasil, lahan akan diserahkan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk memudahkan pengembangan sekolah ke depan.

SUARA TRENGGALEK – Penggalangan donasi untuk pembelian lahan SD Negeri (SDN) 1 Sengon, Kabupaten Trenggalek, terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp 127 juta dari target harga Rp 200 juta.

Donasi tersebut dilakukan untuk memperjelas status lahan yang dipakai kegiatan belajar di SDN 1 Sengon. Mengingat sebelumnya lahan yang dipakai merupakan lahan milik warga, sehingga para masyarakat sekitar berinisiatif untuk melakukan penggalangan donasi.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto mengatakan proses pengumpulan donasi masih terus berjalan.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi agar pembelian lahan tersebut segera terealisasi.

“Alhamdulillah, untuk pengumpulan donasi sudah terus berjalan. Kemarin saya koordinasi dengan panitia itu sudah terkumpul Rp 127 juta. Mudah-mudahan nanti ada masyarakat yang terus bisa ikut memberikan dukungannya, baik berupa materi maupun pemikiran-pemikiran supaya usaha masyarakat untuk segera membeli tanah SDN 1 Sengon bisa segera terealisasi,” ujar Agus.

Menurut Agus, pemilik lahan meminta harga sebesar Rp 200 juta. Karena itu, panitia masih membutuhkan tambahan dana agar target pembelian dapat terpenuhi.

“Kemarin dari pemilik tanah itu minta harga Rp 200 juta. Mudah-mudahan tinggal sedikit lagi, doanya saja,” katanya.

Agus menjelaskan, rencana pembelian lahan dilakukan karena pemilik ingin menjual aset tersebut. Hasil penjualan, lanjut dia, diperkirakan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Ya, mungkin seperti itulah, karena mereka juga selaku pemilik mungkin hasil penjualan itu nanti bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ucapnya.

Donasi Datang dari Berbagai Kalangan

Penggalangan dana, kata Agus, mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Donasi berasal dari warga sekitar, alumni SDN 1 Sengon, hingga berbagai pihak lainnya.

“Dari berbagai kalangan, dari masyarakat sekitar, ada yang dari alumni SDN Sengon 1, kemudian ada juga dari teman-teman langsung. Jadi berbagai pihak,” jelasnya.

Apabila pembelian lahan berhasil dilakukan, aset tersebut direncanakan akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek agar status kepemilikannya jelas dan memudahkan pengembangan sekolah di masa mendatang.

“Karena nanti untuk dilakukan pengembangan selanjutnya kalau menjadi milik Pemda kan lebih mudah,” katanya.

Disdik Pastikan Tidak Ada Persoalan Serupa

Agus menegaskan persoalan di SDN 1 Sengon bukan sengketa lahan, melainkan penyelesaian status kepemilikan tanah sekolah. Hingga saat ini, ia memastikan tidak ada persoalan serupa di sekolah lain di Trenggalek.

“Ya sebenarnya bukan sengketa sih. Ini penyelesaian statusnya. Yang lainnya insyaallah sampai hari ini tidak ada, mudah-mudahan tidak ada. Terakhir kemarin kan SD Parakan itu,” pungkasnya.